Cianjur, Bimas Islam -- Puing reruntuhan bangunan tampak jelas di Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur. Gempa berkekuatan 5,6 SR pada Senin (21/11/22) menyisakan trauma pada warga, terutama anak-anak.
Meski sama-sama menjadi penyintas gempa, Abdul Aziz Hamdan berupaya tegar bahkan ceria. Pria yang merupakan Penyuluh Agama Islam KUA Cipanas ini berkeliling dari satu posko ke posko lain, menyapa dan menghibur penyintas.
"Masyarakat masih membutuhkan bantuan karena rumahnya runtuh, banyak keluarga yang menjadi korban. Anak-anak juga mengalami trauma. Mereka butuh dibersamai dan dihibur," ungkap Aziz di Cugenang, Kamis (1/12/22).
Dalam satu hari, Aziz berkeliling ke beberapa lokasi. Ia mulai dari Desa Sarampad, Padaluyu, dan Benjot. Tiga desa di Kecamatan Cugenang tersebut terdampak parah.
"Umumnya anak-anak masih enggan berbicara. Kita usahakan membawa bantuan, minimal dengan permen," sambungnya.
Permen yang dibawa Aziz ternyata efektif. Selain menjadi sebab kedekatan, penyintas anak-anak pun berlomba menyampaikan cerita setelah mendapatkan permen dan bingkisan makanan.
"Permen hanya alat pendekatan. Sebisa mungkin kita hadir dengan pendekatan humanis. Kita belum bisa membantu banyak materi, minimal dengan motivasi dan kebahagiaan yang bisa dihadirkan," katanya.
"Kepada anak-anak dan masyarakat juga kita sampaikan bahwa musibah merupakan ujian. Musibah hendaknya membuat kita sadar dan bangkit mendekat kepada Allah, bukan malah menjauh, pesimis, apalagi terpuruk," pungkasnya.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



