Pulang Pisau, Bimas Islam --- Penyuluh Agama Islam sebagai ujung tombak Kementerian Agama merupakan sosok yang konsisten menjaga dan melahirkan kerukunan di tengah kebhinnekaan. Penyuluh merupakan perekat bagi semua elemen anak bangsa tanpa membedakan suku, agama dan ras.
"Saya terinspirasi Gus Dur. Beliau merupakan sosok yang amat toleran, tetapi teguh memegang akidah," ungkap PAI Banama Tingang, Ikhrom di Banama Tingang melalui pesan tertulis kepada bimasislam, Senin (7/6/21).
Ikhrom menjadi Penyuluh setelah merantau dari Blitar ke Kalimantan Tengah. Mulanya, Ikhrom bekerja pada sebuah perusahaan. Namun, ia merasa tidak cocok dan membangun usaha mandiri.
"Akhirnya saya memilih berdakwah sebagai Penyuluh sembari membangun bisnis. Saat awal datang, kaum Muslimin jumlahnya sedikit. Hanya ada satu masjid di satu kecamatan. Padahal 1 kecamatan terdiri dari 15 desa," tambahnya.
Ikhrom mengaku mengalami beragam tantangan. Namun, Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Banama Tingang ini melakukan pendekatan budaya dan sosial di tengah masyarakat.
"Kita fokus melayani masyarakat. Apa yang dibutuhkan masyarakat kita berusaha membantu. Prioritas kami bagaimana masyarakat tetap rukun meski berbeda agama," tambahnya.
Dalam menjalankan perannya sebagai Penyuluh, Ikhrom juga kerap memberikan hibah. Ikhrom menghibahkan tanah untuk Kantor Urusan Agama (KUA) Banama Tingang, Kantor Koramil, masjid, musala dan Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA).
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



