Riau, Bimas Islam --- Sejak meraih penghargaan sebagai masjid percontohan paripurna terbaik I se-Indonesia oleh Kementerian Agama (Kemenag) pada 2015 lalu, Masjid Agung Madani Islamic Centre Rokan Hulu semakin menjadi pusat perhatian banyak orang.
Pengembangan-pengembangan juga terus dilakukan baik dari sisi idarah (manajemen), ri'ayah (pengembangan bangunan fisik), dan 'imarah (program/kegiatan).
Secara umum, pengelolaan Masjid Agung Madani Islamic Centre Rokan Hulu sendiri dipegang sepenuhnya oleh pemerintah daerah dengan melibatkan beberapa suku dinas terkait seperti Dinas Pariwisata, Dinas Pendidikan dan Budaya, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pertamanan, Dinas Kesra dan perangkat daerah, termasuk diantaranya Kementerian Agama Kab. Rokan Hulu.
Kepala Kemenag Kab. Rokan Hulu, Syahrudin yang juga menjabat sebagai Ketua I Masjid Agung Madani Islamic Centre mengatakan, pihaknya bertanggungjawab di bidang 'imarah untuk terus melakukan pengembangan program peribadatan dan pembinaan umat, seperti program tahfizh, santunan yatim, pengajian rutin mingguan, kultum harian, khutbah Jum'at, peringatan hari besar Islam, dan pelaksanaan qurban.
Syahrudin menjelaskan, untuk khutbah biasanya mengundang para ustadz dari Provinsi Riau, sedangkan pengajian rutin mingguan mengundang para pakar di antaranya Ust. Abdul Shomad, Lc. Adapun untuk penceramah di hari-hari besar Islam mengundang penceramah dari Jakarta.
"Yang sudah pernah kesini ada alm. Zainudin MZ, alm. KH. Arifin Ilham, KH. Tengku Zulkarnain, dan lain-lain," terangnya.
Selain itu, lanjut Syahrudin, Kemenag juga turut membantu program pendidikan masjid yakni Madrasah Aliyah Tahfizh Rokan Hulu untuk mendapatkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
"Jadi mereka sudah bisa menikmati dana BOS," ujarnya.
Ia menambahkan, di bidang MTQ Kemenag Rokan Hulu juga konsen dalam mencetak para peserta musabaqah. Bahkan beberapa kota/kabupaten lain seringkali mengambil peserta dari binaan Rokan Hulu. Terbaru, salahsatu peserta dari Rokan Hulu berhasil meraih juara 2 STQ Kalimantan Selatan kategori 10 juz.
"Ya selain dari (pengembangan) fisik yang terus kita pantau, kita juga terus laporkan ke Kanwil Kemenag provinsi perkembangan-perkembangan masjid kita ini," tutup Syahrudin.
Penulis : Subhan Nur
Editor: Subhan Nur
Foto: bimasislam
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



