Depok, Bimas Islam --- Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin mengatakan penyuluh memiliki peran penting dalam ekosistem wakaf di Indonesia, seperti meningkatkan literasi agar minat masyarakat terhadap wakaf meningkat.
“Untuk meningkatkan literasi masyarakat soal wakaf, bisa dimulai dengan meningkatkan kompetensi wakaf para penyuluh,” katanya saat membuka Pembinaan Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKSPWU) bertajuk Spirit Berwakaf Uang Guna Kesejahteraan Umat di Hotel Santika, Depok, Kamis (22/4).
Dirjen mengatakan program peningkatan kompetensi dimulai dari meningkatkan pengetahuan para penyuluh soal wakaf, peran wakaf dalam mengentaskan kemiskinan, dan mengajak masyarakat untuk berwakaf.
“Sebagai penyuluh ke depannya akan memberikan penjelasan soal wakaf kepada masyarakat. Baik itu menerangkan dan membawa ke atas mimbar saat menjadi khatib Jumat,” ujarnya.
Dirjen berharap peningkatan kompetensi penyuluh dapat meningkatkan literasi masyarakat, sehingga minat dan pemanfaat wakaf dapat dirasakan, terutama dalam hal pemberdayaan ekonomi umat.
Pembinaan LKSPWU yang diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf ini diikuti oleh 30 orang yang berasal dari Komite Nasional Ekonomi Syariah (KNEKS), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Wakaf Indonesia (BWI), dan anggota LKSPWU.
(Tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



