Bantul, Bimas Islam --- Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas mengajak semua pihak berkolaborasi menurunkan angka stunting di Indonesia. Hal ini seperti disampaikannya dalam Launching Program Pendampingan, Konseling, dan Pemeriksaan Kesehatan dalam 3 Bulan Pranikah sebagai Upaya Pencegahan Stunting dari Hulu kepada Calon Pengantin di Pendopo Parasamya Pemkab Bantul, Jumat (11/3/22).
"Pencegahan stunting merupakan perintah agama, bukan hanya perintah negara. Pencegahan stunting menjadi bagian dari menyiapkan generasi terbaik, dan menyiapkan generasi terbaik ini merupakan risalah nubuwah. Mari concern menurunkan stunting karena ini tanggung jawab bersama," ungkap pria yang akrab disapa Gusmen ini di Bantul, Jumat (11/3/22).
Penurunan stunting merupakan bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2025. Gusmen mengajak semua pihak berkolaborasi dalam mencapai target nasional penurunan stunting sebesar 14% pada 2024 demi melahirkan generasi yang berkualitas.
"Penurunan stunting harus dilakukan dengan cara kolaboratif. Kolaborasi yang tidak baik akan mengalami hambatan. Kolaborasi dengan siapa saja, tidak hanya Kemenag dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKN), tetapi juga kolaborasi dengan ormas Islam seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah dan ormas Islam lain," tambah Gusmen.
Gusmen menambahkan, kolaborasi hendaknya dilaksanakan hingga tingkat kabupaten/kota dan kecamatan. Di tingkat kecamatan, Gusmen menyampaikan agar KUA Kecamatan secara aktif melakukan sinergi lintas sektor.
"Petugas KUA, Penghulu, Penyuluh Agama Islam bisa diberdayakan dengan Penyuluh KB, ormas Islam, dan puskesmas untuk menyukseskan program penurunan stunting ini," tegas Gusmen.
Pendampingan, Konseling, dan Pemeriksaan Kesehatan 3 Bulan Pranikah
Program Pendampingan, Konseling, dan Pemeriksaan Kesehatan 3 Bulan Pranikah merupakan kerja sama Kemenag dan BKKBN. Program ini akan dilaksanakan di tingkat kecamatan melalui Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Calon Pengantin (Catin) di KUA.
Selain KUA, program ini juga melibatkan tim pendamping keluarga. BKKBN telah membentuk sebanyak 200.000 tim pendamping keluarga yang terdiri dari 600.000 anggota.
"Tim percepatan penurunan stunting terdiri dari tim pendamping keluarga yang jumlahnya 200.000 tim. Setiap tim terdiri dari tiga orang sehingga jumlah anggotanya sebanyak 600.000," ungkap Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo dalam sambutannya.
Hasto menambahkan, tiga anggota tim pendamping keluarga adalah Bidan, PKK, dan Penyuluh KB. Tim ini bertugas melakukan pemeriksaan kesehatan kepada calon pengantin untuk mengetahui tingkat kesehatannya.
"Tim ini melakukan pengecekan kesehatan berupa kadar hemoglobin, tinggi badan, berat badan, dan lingkar lengan atas. Hasil pemeriksaan ini akan dimasukkan ke dalam aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil)," tambah Hasto.
Dari pemeriksaan tersebut akan diketahui tingkat kesiapan calon pengantin ketika hamil. Masa tiga bulan sebelum nikah dinilai cukup untuk melakukan edukasi terkait kesehatan agar kondisi calon pengantin semakin sehat dan siap hamil.
Hadir dalam kegiatan ini, Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin, Asisten Daerah 3 Bidang SDM Pemprov DIY Aris Riyanto, dan Bupati Bantul Abdul Halim Muslih.
Kegiatan yang dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan ini juga dihadiri Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar, Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, M. Adib, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Adib, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Tarmizi Tohor, dan Direktur Penerangan Agama Islam, Syamsul Bahri. Hadir pula Kakanwil Kemenag dari 34 provinsi secara luring dan daring.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



