Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Urusan Agama dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Moh. Agus Salim mengatakan, peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) setiap tanggal 26 April dimanfaatkan untuk refleksi dan introskpeksi dampak kejadian bencana yang terjadi di Indonesia.
“Beberapa bencana alam yang terjadi belakangan ini, seperti Likuifaksi di Palu, banjir bandang yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT), dan gempa bumi di Malang, Jawa Timur, menyebabkan banyaknya jumlah korban jiwa, kerusakan infrastruktur, dan dampak yang luar biasa pada seluruh sendi kehidupan manusia,” ujar Agus di Jakarta, Senin (26/4).
Agus mengatakan, HKB ini menjadi momentum sebagai renungan bersama, untuk meningkatkan budaya sadar risiko bencana dan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman bencana di Indonesia.
Selain itu, kata Agus, budaya sadar bencana juga harus dibarengi dengan menjaga dan melestarikan alam, jangan sampai menjadi orang yang dimaksud oleh Al-Qur’an, yang artinya: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Ar Ruum: 41)
“Oleh karena itu budaya sadar dengan risiko ancaman bencana di Indonesia, tapi juga harus sejalan dengan upaya melestarikan lingkungan hidup, bahkan harus menjadi tren yang bisa diterapkan oleh seluruh elemen masyarakat,”ungkapnya.
Agus menegaskan, lingkungan yang baik adalah harapan hidup semua manusia masa kini dan akan datang, maka ketika merusak lingkungan akan memberi dampak berbahaya terhadap kehidupan manusia dan makhluk lainnya.
Untuk diketahui, HKB pertama kali dicetuskan pada tahun 2017, merupakan Inisiasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diperingati pada 26 April setiap tahunnya, dengan tujuan membudayakan latihan secara terpadu, terencana dan berkesinambungan guna meningkatkan kesadaran, kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat menuju Indonesia Tangguh Bencana.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



