Jakarta, Bimas Islam --- Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Waketum PBNU) Kiai Zulfa Mustafa mengungkapkan, kunci kerukunan umat beragama dan berbangsa bisa terwujud dengan saling menyayangi antarsesama.
“Jika kita ditanya, bagaimana masyarakat dan bangsa bisa hidup saling rukun dan damai? Jawabannya adalah saling menyayangi. Itulah kunci kerukunan suatu bangsa yang hidup dalam keberagaman,” ujarnya pada acara Peringatan Nuzulul Qur’an Tingkat Kenegaraan 1443H/2022M di Auditorium HM Rasjidi Gedung Kemenag RI, Selasa (19/4/22) malam.
Menurutnya, saling menyayangi tidak akan muncul kecuali adanya saling mengenal, memahami, dan merasa saling membutuhkan satu sama lain.
“Hari ini kita masih menyaksikan beberapa negara kehidupan masyarakatnya dipenuhi dengan permusuhan dan perpecahan karena tidak bisa mengelola keberagamannya,” jelasnya.
Namun banyak juga negara kehidupan masyarakatnya bisa hidup rukun dan damai dalam keberagaman. Ia mencontohkan seperti Indonesia yang kaya dengan budaya, etnis, suku, dan agama, hingga ormas Islam.
“Meski demikian, masyarakat Indonesia masih membutuhkan banyak jembatan sosial berupa silaturahmi dan dialog untuk mengurangi kesalahpahaman antarsesama,” katanya.
Selain itu, menurutnya, masyarakat juga membutuhkan banyak pencerahan dari para ulama dan cendekiawan yang memiliki wawasan dan kebijaksanaan.
“Semakin luas keilmuan dan wawasan seseorang, maka semakin bijaksana dan toleran dalam menyikapi perbedaan,” paparnya pada acara yang dihadiri Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Imam Besar Masjid Istiqlal Kiai Nasaruddin Umar, dan Pejabat dari lingkungan Kementerian Agama itu.
Ia menambahkan, semakin bertambah ilmu seseorang, maka bertambah pula sikap tawasuth dan moderasi beragamanya. Begitu pula sebaliknya, semakin dangkal pemahamannya, maka semakin tidak moderat orang tersebut.
Dia mengutip Syekh Samsuddin Al-Tibrizi, permusuhan dan kebencian di antara umat manusia disebabkan kesalahpahaman memahami sikap dan ungkapan sesama mereka.
"Oleh karenanya marilah kita perbanyak silaturahmi dan dialog sebagai upaya dan ikhtiar menjemput Rahmat Allah dalam menjaga kerukunan umat beragama dan bangsa Indonesia," pungkasnya.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



