Jakarta, Bimas Islam --- Dalam rangka peringatan Hari Keluarga Nasional yang diperingati setiap tanggal 29 Juni. Sekretaris Ditjen Bimas Islam M. Fuad Nasar menyatakan, keluarga merupakan fondasi utama dari kehidupan sosial dan ketahanan suatu bangsa. Kementerian Agama sangat berkepentingan dengan pembinaan kesejahteraan, kebahagiaan dan ketahanan keluarga dalam spirit dan napas ajaran agama. Berbagai program mengenai hal terkait telah dilakukan sejak lama dan terus diupdate sesuai perkembangan di tengah masyarakat.
"Karena keluarga merupakan lembaga pendidikan pertama yang membentuk sifat-sifat dan kepribadian manusia, tanpa ada keluarga yang baik, tidak akan ada masyarakat dan negara yang baik. Keluarga adalah tempat persemaian keshalehan beragama," papar Fuad di Jakarta, Rabu, (30/6).
Fuad menerangkan, di dalam pembinaan keluarga sesungguhnya banyak menyangkut sejumlah aspek-aspek sosial. Di antaranya aspek pendidikan, ekonomi, dan hubungan antar individu. Sebagai unit sosial terkecil dari kehidupan masyarakat, ketahanan keluarga harus diperkuat.
"Membangun sebuah keluarga pada hakikatnya adalah membangun satu generasi, menyelamatkan sebuah keluarga berarti menyelamatkan satu generasi," imbuhnya.
Fuad mengungkapkan, masalah sosial seperti munculnya kenakalan remaja, kecanduan narkoba, penyimpangan perilaku dan kelainan orientasi seksual pada anak, sebagian ditemukan berkaitan dengan pelarian dari persoalan dalam keluarga.
"Kebahagiaan dan kasih sayang di tengah keluarga dan bersama orangtua yang utuh adalah sesuatu yang tidak bisa dibeli dan tidak tergantikan dengan apa pun," tutup Fuad.
*Keterangan foto: Sekjen Kemenag Prof. Dr. Nizar Ali bersama Sesditjen Bimas Islam Fuad Nasar.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag: Sulsel Berpeluang Jadi Pusat Pengembangan Ekonomi Syariah di Wilayah Timur Indonesia
Makassar, Bimas Islam — Sulawesi Selatan berpeluang menjadi pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di wilayah timur Indonesia. Potensi tersebut…



