Bogor, bimasislam --- Presiden Joko Widodo bersama para ulama dan umat Islam tanah air menggelar peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW Tahun 1439 Hijriah di Istana Kepresidenan Bogor (10/4) Selasa sore. Acara diawali pembacaan surat Al-Isra dan An-Najm oleh Rifda Farnidah, peraih juara dua Musabaqah Hifdzil Quran Internaional di Yordania beberapa waktu lalu. Surat tersebut menceritakan perjalanan Nabi Muhammad SAW saat Isra Mi'raj.
Dalam pidatonya, Presiden mengatakan Isra Mi'raj merupakan peristiwa besar bagi umat manusia, khususnya umat Islam. Oleh karena itu Presiden mengajak seluruh umat Islam untuk senantiasa mensyukuri nikmat Allah SWT agar memperoleh bimbingan kemudahan untuk naik tingkat ke jenjang yang lebih tinggi.
"Setiap kali kita memperingati Isra Mi'raj kita harus ingat bahwa kita harus naik menjadi lebih baik, harus selalu mengalami peningkatan ke arah yang lebih baik, kualitas hidup masyarakat harus lebih meningkat, harus terus meningkat ekonomi bangsa kita khususnya ekonomi umat" katanya.
Presiden juga mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini terus berupaya keras meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pemerataan serta meningkatkan kemampuan ekonomi umat yang salah satunya melalui program bank wakaf mikro.
"Kita membangun infrastruktur di seluruh tanah air, listrik, jalan, jembatan, pelabuhan bandara di seluruh pelosok Indonesia kita, memperbaiki akses masyarakat terhadap layanan pendidikan dan kesehatan termasuk keterampilan dan permodalan termasuk kredit usaha rakyat dan bank wakaf mikro" ungkapnya.
Sebelumnya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin terlebih dahulu memberikan sambutan. Dalam sambutannya, melalui peringatan Isra Mi'raj Menag mengajak umat beragama untuk tidak mudah putus asa melainkan selalu optimis.
‘‘Sebagai umat beragama sudah sepatutnya kita tidak mudah berputus asa, sesulit apapun kita harus selalu optimis menatap masa depan’’, ujarnya.
Terkait peristiwa pembedahan dada yang dialami Nabi Muhammad SAW untuk disucikan hatinya menjelang Isra Mi'raj. Menurut Menag hal tersebut dipahami sebagai pentingnya kesucian dan kejujuran dalam kerja kerja besar.
‘‘Hati yang bersih adalah esensi pembangunan karakter manusia’’, terangnya.
Senada dengan Menag, Rektor Universitas Muhammadiyah Banjarmasin Ahmad Khairuddin yang didaulat sebagai penceramah menyampaikan bahwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Saw dapat dijadikan momentum untuk membina karakter bangsa. Sebab, peristiwa perjalanan Nabi Muhammad SAWitu diawali dengan pensucian jiwa dengan bekal Iman, Ilmu, dan Akhlaq untuk menjadi pemimpin yang dapat membawa rahmat bagi dunia.
“Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW ini hendaknya dijadikan momentum pembinaan karakter bangsa”, pesan Khairuddin.
Seperti tahun tahun sebelumnya, kegiatan peringatan hari hari besar Islam mendapat perhatian khusus para pejabat negara dan tokoh agama. Tampak hadir beberapa kepala lembaga negara dan para menteri Kabinet Kerja, diantaranya Ketua DPR Bambang Soesatyo, Ketua BPK Moermahadi Soerja Djanegara, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kepala Staf, Menko Polhukam Wiranto, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, serta beberapa Duta Besar negara-negara sahabat.
Hadir pula jajaran pejabat Kementerian Agama diantaranya Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin, Sekretaris Ditjen Tarmizi Tohor, pejabat Eselon Satu dan Dua Kementerian Agama,serta Kepala Kanwil Kemenag seluruh Indonesia. Selain itu beberapa anak yatim piatu yang duduk dideretan kursi depan juga mewarnai peringatan Isra Mi'raj ini selain para undangan lainnya yang memenuhi kursi yang disediakan pihak istana.
Penulis: Syamsuddin
Editor : nhkurniawan
Foto : Arief
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



