Semarang, Bimas Islam– Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Bimas Islam, Lia Kamaruddin, menyoroti dampak perkawinan anak terhadap masa depan perempuan. Ia menegaskan, perempuan yang menikah di usia dini sering kali terhambat melanjutkan pendidikan, sehingga mempersempit peluang karier mereka.
"Perempuan yang menikah dini umumnya memiliki tingkat pendidikan rendah, dan ini sangat memengaruhi kesempatan mereka di dunia kerja," ujar Lia Kamaruddin.
Lia menekankan pentingnya peran seluruh elemen masyarakat, termasuk siswa, guru, dan orang tua untuk mencegah perkawinan anak. Menurutnya, pemahaman tentang pentingnya pendidikan dan perencanaan masa depan harus terus disosialisasikan.
"Pendidikan agama yang kuat serta interaksi sosial yang positif perlu ditanamkan agar generasi muda mampu merencanakan masa depan mereka, termasuk waktu yang tepat untuk menikah," tambahnya.
Lia menyebut, peringatan Hari Keluarga Nasional menjadi momen penting untuk memperkuat peran keluarga dalam membentuk generasi unggul. Ia berharap, dengan pendidikan yang baik, masa depan Indonesia akan lebih cerah.
Sebagai bagian dari pencegahan perkawinan anak, DWP Bimas Islam terus mengedukasi masyarakat, khususnya perempuan, tentang pentingnya pendidikan dan kesehatan reproduksi. Upaya ini mendukung program Kementerian Agama dalam mengatasi dampak negatif perkawinan anak.
Msk/Mr



