Jakarta, Bimas Islam --- Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar menyatakan perkembangan ekonomi syariah yang menunjukkan tren positif di Indonesia pada beberapa tahun terakhir, juga harus diimbangi oleh praktik dalam konteks muamalah dengan sesama masyarakat.
Menurutnya, perkembangan ekonomi syariah yang semakin meningkat, semestinya juga harus meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Bukan hanya sekadar menggunakan produk keuangan syariah.
"Boleh jadi dia menjadi nasabah loyal dari sebuah lembaga keuangan syariah, tapi dalam praktik muamalah di tengah masyarakat, apakah sudah sesuai dengan nilai-nilai dan etika syariah," ungkap Fuad, Jumat (19/2).
Fuad meminta agar edukasi publik mengenai perekonomian syariah lebih diperluas lagi, sehingga antara perkembangan ekonomi syariah secara formal berjalan seiring dengan kesadaran masyarakat dalam ruang lingkup sosial keagamaan.
"Agama itu tidak boleh dipisahkan dari ekonomi, ketika agama dipisahkan oleh ekonomi itu adalah salah satu penyebab terjadinya krisis, baik krisis ekonomi maupun krisis moral manusia," ujarnya.
Di samping itu, Fuad mengapresiasi langkah yang sudah dilakukan oleh pemerintah dengan membentuk lembaga nonstruktural yaitu Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) sejak 2020, sebelumnya KNKS, dimana lembaga tersebut bertugas menjembatani dan melakukan sinkronisasi kebijakan dan program antar kementerian/lembaga terkait serta mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah secara nasional.
(Boy)
Editor: Sigit
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



