Lumajang, Bimas Islam --- Kantor Urusan Agama (KUA) Pronojiwo meluncurkan Kampung Bimamerdeka (Bimbingan Masyarakat Moderasi Beragama dan Anti Radikalisme). Kepala KUA Pronojiwo, Ali Iskandar menyampaikan, peluncuran kampung tersebut merupakan upaya memperkokoh kerukunan.
“Penamaan Bimamerdeka disampaikan Penyuluh Agama Islam Non PNS bidang Anti Radikalisme, lalu ditawarkan kepada tokoh lintas sektor, tokoh agama, dan warga masyarakat Pronojiwo. Alhamdulillah mendapat respons positif dukungan dari berbagai pihak,” kata Ali Iskandar di Lumajang, Senin (15/8).
Menurut Ali Iskandar, Kampung Bimamerdeka yang dilucurkan pada Rabu, 10 Agustus 2022, lahir atas dasar fakta berupa fenomena kerukunan antarumat beragama warga Sidomulyo yang menjadi lokasi peluncuran Kampung Bimamerdeka.
“Penduduk desa ini menganut empat agama, yaitu Islam, Katholik, Protestan, dan Hindu. Interaksi penduduk guyub warga tampak di ranah komunikasi antarwarga, kegiatan keagamaan, keperluan pekerjaan maupun hajatan serta kematian,” jelasnya.
Dia menambahkan, miniatur interaksi kerukunan Kampung Bimamerdeka salah satunya tercermin di Balai Desa Sidomulyo yang pegawainya berlatar empat pemeluk agama. Mereka dapat bekerja sama dengan baik serta tidak membedakan layanan.
"Ini semua bisa terjadi jika semua masyarakat memiliki paham moderat. Adanya kampung ini untuk meningkatkan kesadaran untuk mengenalkan watak beragama di Indonesia ke dunia luar serta keberlangsungan moderasi dan kerukunan itu sendiri," kata Ali Iskandar.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



