Jakarta, Bimas Islam-- Direktorat Jenderal (Ditjen) Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag) mempersiapkan fasilitator atau trainer internal untuk memperkuat kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Sipil Negara (ASN) Ditjen Bimas Islam pusat dan daerah.
Program pengembangan kompetensi diprioritaskan demi terpenuhinya kebutuhan tata kelola dan manajemen berbasis digital seperti pengolahan data bagi ASN internal dan penggunaan Artificial Intelligence (AI), Canva, dan sejenisnya. Hal tersebut disampaikan Asesor SDM Aparatur Ahli Madya Ditjen Bimas Islam, Syahrudin dalam Rapat Konsolidasi Penyiapan Trainer Internal Peningkatan Kapasitas SDM ASN, di kantor Kementerian Agama, Jl. MH. Thamrin No. 6 Jakarta Pusat, Kamis (15/8/2024).
"Program ini merupakan penguatan kapasitas SDM ASN sesuai amanat UU No. 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara Pasal 49. Undang-Undang ini mewajibkan seluruh ASN untuk melakukan pengembangan kompetensi melalui pembelajaran secara terus-menerus agar tetap relevan dengan kebutuhan organisasi," jelasnya.
Syahrudin menyampaikan, pemerintah melalui Lembaga Administrasi Negara (LAN) mencanangkan program Coorporate University, yang mencakup dua jalur, yakni klasikal dan nonklasikal. Maka, imbuhnya, Ditjen Bimas Islam mengambil langkah pengembangan kompetensi melalui teman sebaya, melalui jalur bimbingan teknis dengan pola hybrid yang dilakukan secara tatap muka dan online.
"Kita berupaya merekrut dan menetapkan para trainer internal atau fasilitator internal dalam hal kebutuhan pengembangan kompetensi ASN di lingkungan Ditjen Bimas Islam. Kita akan menguatkan kompetensi mereka," jelasnya.
Syahrudin juga mengutip pesan Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin bahwa ASN Ditjen Bimas Islam harus saling belajar dan saling memberi manfaat. "Karena pesan Pak Dirjen, hubungan (kerja pada ASN Ditjen Bimas Islam) harus saling bermanfaat," jelasnya.
Syahrudin mengatakan, untuk tahun 2024, selain penguatan pada calon trainer, pihaknya juga akan melakukan penguatan manajemen pada Jabatan Fungsional berbasis digital. "Mereka akan diberi penguatan pengetahuan dan praktik menggunakan aplikasi yang akan digunakan dalam menganalisa data dan pekerjaan teknis lainnya," jelasnya.
Sementara itu, Analis Kepegawaian Ahli Madya pada Ditjen Bimas Islam Andi Hukmah mengungkapkan, persiapan trainer internal tersebut melibatkan Pusdiklat Administrasi Siti Pusriyah serta Pusdiklat Teknis Keagamaan Aden Danuri, Nur Aini, dan Nasrullah. Mereka akan mensupport penguatan atau training kepada calon-calon fasilitator internal Ditjen Bimas Islam dalam penguatan pemahaman terhadap media pembelajaran, penyusunan kurikulum, dan silabus dan penguasaan manajemen berbasis digital seperti AI, penggunaan Canva, pengolahan data Excel, dan lainnya.
"Kita butuh bantuan Pusdiklat dan LAN dalam mempersiapkan material yang menunjang peningkatan kapasitas ASN," jelasnya.
Terpisah, Perwakilan Biro Kepegawaian Asesor SDM Aparatur Ahli Muda Dian Sepalawati mengatakan, terdapat lima muatan materi dalam penguatan kapasitas SDM ASN Ditjen Bimas Islam. "Integritas personal, kemampuan komunikasi yang efektif, kemampuan manajemen waktu, konsistensi, dan kemampuan untuk mengevaluasi dan memberi feedback," pungkasnya.
Ba/Mr



