Semarang, Bimas Islam -- Direktur Penerangan Agama Islam, Kementerian Agama, Ahmad Zayadi mengungkapkan pentingnya peran Penyuluh Agama Islam (PAI) dalam menghadapi berbagai tantangan dan perubahan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurutnya, perbedaan etnis, budaya, bahasa, dan agama menjadi tantangan tersendiri bagi PAI dalam memberi pelayanan keagamaan bagi masyarakat. Karenanya, Zayadi menyebut, peningkatan kapasitas PAI sangat diperlukan.
Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Capacity Building Penyuluh Agama Islam dalam Upaya Peningkatan Optimalisasi Layanan Revitalisasi KUA di Bandungan, Kabupaten Semarang. Kegiatan ini digelar selama tiga hari, Kamis-Sabtu (11-13/5/2023).
Zayadi menyebut, organisasi profesi penyuluh agama akan segera dibentuk. Organisasi tersebut akan bertanggung jawab pada peningkatan kapabilitas para penyuluh.
“Secara kelembagaan, profesi penyuluh agama harus diperkuat, rencananya bulan depan akan dilaunching organisasi profesi penyuluh agama yang bertanggung jawab pada peningkatan kapabilitas penyuluh agama," jelasnya, Kamis (11/5).
"Sub Direktorat Penyuluh Agama Islam sudah menuntaskan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga untuk memastikan bahwa profesi penyuluh agama merupakan profesi yang sangat berstandar," imbuhnya.
Kegiatan Capacity Building Penyuluh Agama Islam dalam Upaya Peningkatan Optimalisasi Layanan Revitalisasi KUA ini diikuti 100 PAI perwakilan KUA di Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Yogyakarta.
Ba/Mr



