Jakarta, Bimas Islam -- Ditjen Bimas Islam, Kementerian Agama, menggelar Focus Group Discussion (FGD) Peningkatan Standardisasi Manajemen Keamanan Informasi dengan Menerapkan ISO 27001 di Jakarta, Selasa (4/7/2023).
Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pelayanan manajemen dan keamanan sistem yang mengacu pada International Organization for Standardization (ISO) 27001:2005.
Dalam kegiatan itu, dibahas pentingnya penerapan standar keamanan data Bimas Islam, khususnya di KUA.
“ISO ini harus dikerjakan secara tim, tidak bisa secara sendiri-sendiri. Mau tidak mau, suka tidak suka kita, harus punya prinsip bahwa ISO ini penting untuk keamanan kita. Jadi, ke depan kita bisa lebih aware lagi terhadap ISO ini,” ujar Pranata Komputer Ahli Muda, Wahyu Wibowo di Jakarta, Selasa (4/7/2023).
Diketahui, ISO 27001 merupakan acuan standar internasional terhadap manajemen perlindungan dan keamanan data informasi di sebuah organisasi.
Tim konsultan akreditasi ISO 27001, CV Semesta Teknologi Utama, David Rahadian memberi materi terkait pentingnya membangun keamanan aset dan data, terutama data pada KUA. Selain aset infrastruktur, kesadaran dan kualitas sumber daya manusia perlu ditingkatkan untuk menjaga data fisik dan non fisik.
Kegiatan itu dibagi ke dalam tiga sesi, yaitu pemaparan dan fungsi ISO 27001, penerapan ISO 27001 dalam keamanan data, dan implementasi ISO pada sistem informasi Ditjen Bimas Islam, diikuti perwakilan Subdit pada Ditjen Bimas Islam.
Kegiatan tersebut dihelat sebagai salah satu langkah meningkatan kesadaran bersama mengenai pentingnya melindungi data sensitif yang berkaitan dengan Ditjen Bimas Islam.
Fn/Mr



