Karimun, Bimas Islam -- Plt. Kasi Bimas Islam Kankemenag Karimun Samsuddin mendorong penyuluh agama untuk terus menyosialisasikan moderasi beragama. Hal tersebut, kata dia, merupakan upaya memperkuat kerukunan di tengah masyarakat.
"Penyuluh agama perlu terus menyosialisasikan pentingnya moderasi beragama. Apalagi masih ditemui konflik berlatar agama," tutur Samsuddin saat membuka Pembekalan Moderasi Beragama bagi Penyuluh Agama di Aula FKUB Karimun, Selasa (8/11).
Menurut Samsuddin, moderasi beragama merupakan cara beragama yang tepat untuk diterapkan di Indonesia. Dengan keberagaman yang ada, kata dia, moderasi beragama menjadi perekat kerukunan.
"Moderasi beragama bukan memoderasi agama, tetapi sebuah cara pandang dalam beragama yang menempatkan diri di tengah-tengah. Dalam Islam dikenal dengan istilah Islam wasatiah yang mengutamakan kebersamaan daripada permusuhan," jelasnya.
Samsuddin berharap, sosialisasi yang rutin dilakukan penyuluh agama dapat merekatkan kerukunan di tengah keberagaman. Dia juga berharap masyarakat semakin memahami pentingnya moderasi beragama dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.
"Karena pentingnya moderasi beragama, maka penyuluh agama yang merupakan orang yang ditokohkan di masyarakat, tempat bertanya, dan menjadi contoh bagi masyarakat perlu memiliki pemahaman tentang moderasi beragama yang luas dan memadai," tandasnya.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



