Kuningan, Bimas Islam --- Yayasan Pasamoan Kuningan bekerja sama dengan Ditjen Bimas Islam Kemenag RI menggelar pelatihan pengolahan pangan berbasis kearifan lokal dalam rangka penguatan kohesi sosial dan moderasi beragama di Highland Resto & Cafe, Cigugur, Kabupaten Kuningan, Kamis (2/12/2021).
Pengevaluasi pada Subdit Bina Paham Keagamaan Islam dan Penanganan Konflik Direktorat Urais Binsyar, Muhammad Syafaat mengungkapkan, Cigugur telah lama dikenal sebagai wilayah heterogen dengan berbagai latar belakang keyakinan dan agama. Selain itu, wilayah Cigugur juga dikenal sebagai kawasan wisata yang menjadi tujuan banyak orang baik dari Jawa Barat, nasional, bahkan mancanegara.
“Kegiatan ini, selain bisa merekatkan kohesi sosial di antara masyarakat, mudah-mudahan menjadi sarana dalam melahirkan wirausaha-wirausaha baru untuk memenuhi kebutuhan oleh-oleh dari tempat wisata di Cigugur,” ujar Syafaat yang menjadi narasumber dalam acara tersebut.
Penguatan kohesi sosial dan moderasi beragama di Kuningan, lanjutnya, merupakan upaya penting yang harus terus dilakukan mengingat hubungan sosial keagamaan masyarakat cukup dinamis. Keberagaman merupakan kekayaan atau potensi, jika dikelola dengan baik akan menghasilkan satu produk yang bisa memberikan manfaat dan dinikmati setiap kalangan.
"Ini merupakan tahap awal bagaimana tangan-tangan kreatif perempuan dari berbagai latar belakang agama dan keyakinan bisa menghasilkan produk yang bermanfaat. Ke depan, kreativitas bersama ini akan berlanjut sehingga menghasilkan karya bersama sebagai simbol harmoni," tuturnya.
Syafaat menyebutkan, ada tiga jenis pangan lokal yang menjadi bahan latihan kegiatan tersebut, yakni ubi jalar yang diolah menjadi kue brownies, kacang kedelai yang diolah menjadi susu, dan kacang hijau menjadi cookies.
Pengolahan pangan lokal ini juga dipandu oleh Tim Dosen Teknologi Pangan dan Gizi Universitas Islam Al-Ihya Kuningan. Selain itu, turut hadir dalam kegiatan tersebut dari Jaringan Perempuan Lintas Agama (Jaga Pelita) Kuningan yang meliputi keterwakilan Islam, Katolik, Ahmadiyah, Kristen, GKP Pasundan, dan Hindu. Hadir juga perwakilan Sunda Wiwitan Cigugur, Gusdurian Kuningan, Korps HMI Wati, Sarinah - GMNI, Korpri - PMII, dan Immawati - IMM.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



