Jakarta, Bimas Islam --- Seiring bermunculannya masalah keumatan di tanah air, Bimas Islam terus meningkatkan sinergi dengan ormas Islam. Salah satu mitra kerja Bimas Islam adalah majelis taklim yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Sinergi tersebut dilakukan dalam rangka pemebrdayaan umat.
Demikian dikatakan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Muhammadiyah Amin saat membuka Rapat Koordinasi Pimpinan Majelis Taklim Tingkat Nasional di Jakarta, Kamis (24/10).
Dirjen Mengatakan, Majelis Taklim memiliki peran penting dalam menyelesaikan masalah-masalah keumatan yang muncul di tanah air. Selain itu, majelis taklim juga dipandang sebagai institusi yang bersifat terbuka untuk semua lapisan masyarakat sehingga perannya efekif dalam menangkal bahaya pornografi, narkoba dan radikalisme.
Kementerian Agama, Lanjut Dirjen, berkomitmen untuk memperkuat keberadaan dan peran majelis taklim di masyarakat. Oleh karena itu, Dirjen berharap Rakor Pimpinan Majelis Taklim dapat melahirkan ide-ide untuk memperkuat keberadaan dan fungsinya di masyarakat.
“Kami berkomitmen untuk memperkuat keberadaan majelis taklim yang jumlahnya ribuan diseluruh Indonesia. Ke depan saya kira harus ada regulasi khusus tentang majelis taklim, juga ada modul yang dapat dipakai untuk melakukan pembinaan secara rutin”, terang Dirjen.
Rakor Pimpinan Majelis Taklim ini diselenggarakan untuk pertama kali di tingkat nasional. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan Majelis Taklim Tingkat Provinsi se Indonesia. Mengangkat tema “Majelis Taklim Pemersatu Umat”, dilaksanakan selama tiga hari, 24-26 Oktober 2019 di Golden Boutique Hotel, Jakarta.
Penulis: syamsuddin
Editor: syamsuddin
Foto: bimasislam
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



