Jakarta, Bimas Islam --- Kementerian Agama (Kemenag) akan melakukan pemetaan potensi masjid. Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais dan Binsyar) Kemenag, Adib mengatakan, pemetaan potensi masjid ini bertujuan memperkuat peran masjid.
“Kita akan melakukan pemetaan masjid salah satunya terkait potensi pemberdayaan ekonomi umat. Jadi kita ingin memetakan masjid-masjid yang berpotensi bisa memberdayakan ekonomi umat. Kita nantinya akan menggandeng BAZNAS, BWI, hingga CSR perusahaan BUMN,” kata Adib di Jakarta, Senin (14/3).
Adib menjelaskan, hal ini dilakukan sebagai upaya memperkuat ekonomi keumatan melalui peran masjid. Apalagi, menurut mantan Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat ini, Menteri Agama mencanangkan masjid menjadi pusat peradaban Islam.
“Pak Menteri punya gagasan besar yaitu menjadikan masjid sebagai pusat peradaban Islam di Indonesia. Jadi roadmap penguatan peran masjid yang disusun itu orientasinya mendukung gagasan Pak Menteri tadi,” jelasnya.
Selama ini, lanjut Adib, masjid dikategorikan dalam beberapa hal seperti masjid nasional, masjid raya, masjid agung, masjid jami, masjid bersejarah, hingga masjid di tempat publik. “Dari data SIMAS, masjid di Indonesia jumlahnya ada 288.653 unit, di sana ada potensi untuk menguatkan ekonomi umat,” ujarnya.
“Kita ke masjid tidak hanya untuk salat berjemaah, tetapi juga bagaimana kita berkontribusi menangani persoalan-persoalan keumatan. Sudah tidak asing lagi misalnya ketika terjadi bencana, masjid menjadi tempat kumpul, bahkan menjadi pusat informasi, dan lain sebagainya,” tambahnya.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



