Jakarta, Bimas Islam — Kementerian Agama (Kemenag) terus mengembangkan digitalisasi literasi keislaman melalui platform Elektronik Literasi Pustaka Keagamaan Islam (Elipski). Hingga kini, tersedia lebih dari 3.400 judul buku digital, meliputi ensiklopedia, literatur kontra radikalisme, dan naskah khotbah Jumat mingguan.
“Buku digital seputar isu-isu keislaman ini ingin kami sebarkan ke seluruh Indonesia, dan kami berharap juga bisa mendunia,” ujar Kepala Subdirektorat Kepustakaan Islam Kemenag, Nur Rahmawati, dalam podcast RRI Takengon, Jumat (8/8/2025).
Nur menjelaskan, Elipski tidak hanya berfungsi sebagai perpustakaan digital, tetapi juga menjadi ruang kurasi dan literasi keagamaan strategis. Setiap pekan, platform ini mempublikasikan naskah khotbah Jumat yang disesuaikan dengan isu aktual di Indonesia. “Remaja pun bisa mengakses khotbah ini sebagai pedoman untuk belajar dan meningkatkan literasi keagamaan mereka,” katanya.
Elipski juga menyediakan layanan telaah buku secara gratis. Penulis dapat mengajukan naskah ke Ditjen Bimas Islam Kemenag untuk ditelaah oleh Tim Reviu Buku yang beranggotakan pakar dan akademisi, guna memastikan kesesuaian dengan nilai-nilai Islam dan kebangsaan.
Pada 2024, Kemenag menggelar Sayembara Penulisan Buku Umum Keagamaan Islam yang menghasilkan 29 naskah terpilih. Seluruhnya kini tersedia di Elipski, termasuk karya para penghulu dan penyuluh agama.
Kemenag juga bekerja sama dengan Pusat Kajian Hadis yang memiliki koleksi 8.000 jilid kitab turats. Sebanyak 3.600 judul kitab berbahasa Arab sedang diterjemahkan dan dilengkapi visualisasi sampul berbahasa Indonesia untuk memudahkan pencarian publik.
“Elipski mencatat hampir 2 juta penayangan sejauh ini. Tahun ini kami juga akan meluncurkan tafsir Al-Qur’an kontemporer yang tengah disusun tim Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ),” tutur Nur.
Wcp/Mr



