Jakarta, bimasislam --- Untuk pertama kalinya, Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam akan menerbitkan Fikih Ibadah Braille.
Sesuai dengan namanya, buku Fikih Ibadah Braille diperuntukkan bagi umat Islam berkebutuhan khusus yaitu tunanetra.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Muhammadiyah Amin mengatakan bahwa program ini merupakan inovasi baru dan sangat penting mengingat jumlah tunanetra di Indonesia cukup besar jumlahnya. Selain itu, konten fikih ibadah merupakan kebutuhan dasar umat Islam.
"Sepertinya ini adalah yang pertama di Indonesia, saya rasa buku ini sangat penting bagi saudara kita tunanetra" ujar Amin saat membuka acara FGD Finalisasi Naskah Fikih Ibadah Braille di Jakarta, Rabu (11/7).
Dikatakan Amin, ke depan tidak hanya Fikih Ibadah yang diterbitkan Kemenag tetapi akan menerbitkan naskah keagamaan yang lain.
Dalam rangka memberikan bimbingan dan layanan kepada kelompok tunanetra, Guru Besar Hadis ini juga berencana menerbitkan konten-konten keagamaan dalam bentuk audio karena dinilai lebih efektif.
"Kedepan, saya kira produk audio akan lebih ramah dan efektif buat saudara kita yang tunanetra, insya Allah kita akan anggarkan tahun depan", ungkapnya.
Buku Fikih Ibadah Braille ini akan memuat beberapa Bab, diantaranya Bab Fikih Wudhu, Tayamum dan Shalat, Fikih Puasa, Fikih Zakat, Fikih Haji dan Umrah.
Kelompok Beprestasi
Selain berbicara pentingnya buku Fikih Ibadah Braille, Dirjen Bimas Islam juga memberi apresiasi atas banyaknya kelompok tunanetra yang berpestasi.
"Mereka ini justru orang yang berprestasi. Lihat saja, banyak yang hafal Qur'an. Akhir akhir ini bahkan ada beberapa yang berprestasi di ajang pencarian bakat yang diselenggarakan televisi swasta nasional", terangnya.
Ditempat yang sama, salah seorang peserta dari Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI), Yogi Matsuni menyambut baik penerbitan buku ini, ia berharap buku tersebut segera sampai di kelompok tunanetra.
"Saya menyambut baik dengan penerbitan buku Fikih Ibadah dalam bentuk huruf braille, diharapkan bisa sampai kepada teman teman tunanetra", harap Yogi.
Kegiatan FGD ini diikuti oleh Ikatan Tuna Netra Muslim Indonesia, beberapa Penggiat Literasi Islam dan beberapa pegawai Ditjen Bimas Islam.
Penulis: Syamsuddin
Editor: Syafaat
Foto: bimasislam
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



