Jakarta, Bimas Islam -- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Tarmizi Tohor meminta UNHCR (United Nation High Commissioner for Refugees) memberi materi tentang Moderasi Beragama di Indonesia pada pengungsi, agar terhindar dari paham ekstrem.
Hal itu disampaikannya saat pertemuan dengan UNHCR yang diwakili Muhammad Thoriq Helmi (Associate PPH – Islamic Philanthropy) di lantai 09 Kantor Kementerian Agama RI Jl. M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (1/03/2023).
“Karena pengungsi ini tinggal di Indonesia, Program Moderasi Beragama harus disampaikan dan diajarkan pada pengungsi, agar mereka tidak keras nanti,” ungkapnya.
Selain itu, Tarmizi meminta UNHCR berhati-hati dalam menerima bantuan dari Lembaga Amil Zakat (LAZ) untuk penanganan pengungsi. Ia menjelaskan, proses penerimaan bantuan perlu dikoordinasikan dengan Kemenag guna menghindari bantuan dari LAZ yang tidak berizin.
“UNHCR diharapkan berkoordinasi dulu dengan Kemenag dalam menerima bantuan LAZ-LAZ ini, karena ada beberapa LAZ yang tidak resmi sudah kita bekukan karena berafiliasi dengan teroris. Jika terjadi demikian, bisa berefek pada kondisi pengungsi di Indonesia nanti,” pintanya.
Selain itu Tarmizi berpesan agar UNHCR bisa melakukan pengawasan dan perlindungan terhadap pengungsi guna menghindari kasus yang tidak diinginkan.
"Pengungsi harus dijaga dan diayomi untuk menghindari beberapa kasus yang tidak diinginkan,” pesannya.
Kedatangan Thoriq menemui Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf adalah untuk mengantar undangan khusus pada Tarmizi Tohor sebagai keynote speaker mewakili pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kementerian Agama, pada acara UNHCR Islamic Filantropi Report yang akan digelar di Hotel Pullman Thamrin CBD Jakarta, 7 Maret 2023.
Thoriq mengatakan, acara tersebut merupakan peluncuran UNHCR Islamic Filantropi Report sebagai bentuk pertanggungjawaban, transparansi, akuntabilitas, dan pelaporan aktivitas UNHCR tahun 2022 lalu.
"Terutama untuk meng-highlight atau menyoroti Islamic filantropi yang kita kelola, yang diamanahkan oleh banyak stakeholder kepada UNHCR," jelas Thoriq.
Thoriq menyampaikan, acara UNHCR Islamic Filantropi Report tersebut akan dihadiri 100 LAZ, termasuk dari Singapura, Malaysia, Brunei, dan LAZ-LAZ lokal.
Diketahui, UNHCR merupakan badan PBB yang bertugas mengurus pengungsi dan memimpin aksi internasional untuk melindungi orang-orang yang terpaksa mengungsi karena konflik dan penganiayaan. UNHCRN berkonsentrasi pada pemberian bantuan penyelamatan jiwa, melindungi hak asasi manusia yang fundamental, dan mengembangkan solusi yang memastikan orang memiliki tempat aman hingga mereka bisa membangun masa depan yang lebih baik.
Ba/Mr



