Jakarta, Bimas Islam --- Belakangan ini beredar luas pesan broadcast melalui whatsapp yang menyebutkan Ramadan tahun ini jatuh pada hari Jumat. Pesan itu juga menyebutkan Ramadan tahun ini merupakan bulan puasa dengan waktu siang terpanjang dalam kurun 33 tahun terakhir.
Menanggapi hal itu, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Kemenag RI, Moh Agus Salim mengatakan Kemenag belum menetapkan kapan awal Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. Karena mekanisme yg digunakan adalah dengan sidang isbat, yaitu musyawarah Menteri Agama dengan para pakar Falak, ormas Islam dan astronomi serta instansi terkait dengan berdasarkan data hisab dan pelaksanaan rukyatul hilal dari seluruh Indonesia.
Sementara itu, Subdit Hisab Rukyat dan Syariah, Ismail Fahmi mengatakan berdasarkan Taqwim Standar Indonesia, Ramadan tahun ini insyaAllah akan jatuh pertengahan April 2021 sehingga info terkait tanggal 1 Ramadan jatuh hari Jumat belum bisa dibuktikan.
"Itu udah dari tahun lalu, kalau hari Jumat itu terjadi tahun lalu," kata Ismail Fahmi saat dimintai konfirmasi oleh wartawan Bimas Islam, Selasa (3/3).
Menurut Ismail, waktu siang hari saat Ramadan akan paling panjang jika Ramadannya terjadi pada bulan Juni-Juli (saat Matahari di belahan Bumi bagian utara).
"Itupun hanya akan dialami oleh penduduk di wilayah belahan Bumi utara. Sementara saat ini Ramadannya terjadi pada April-Mei. Ya infonya jelas salah, " paparnya.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



