Jakarta, Bimas Islam --- Bertindak sebagai Khatib Salat Idulfitri 1443 H Tingkat Kenegaraan, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kiai Noor Achmad mengajak umat Islam menjadikan momentum Idulfitri sebagai spirit mewujudkan Indonesia yang berperadaban adiluhung (Madina Al-Fadhilah).
"Melalui momentum Idulfitri ini mari kita bersama-sama membangun bangsa bukan sekadar memakmurkan secara fisik, melainkan membangun peradaban (tsaqafah wa al hadharah). Hal ini demi terwujudnya impian Indonesia menjadi negeri yang berperadaban adilihung (Madinah al-fadhilah)," ajaknya dalam pesan khotbahnya di Masjid Istiqlal, Senin (2/5/2022).
Menurutnya, hal tersebut bisa dilakukan dengan cara meneladani sejarah Rasulullah Saw dalam menyatukan perbedaan dalam satu prinsip, yaitu kemanusiaan.
"Sejarah kehadiran Rasulullah Saw di Makkah dapat menyatukan setiap anak Adam dalam satu prinsip kemanusiaan. Melalui perjanjian Madinah, Rasulullah berhasil membangun masyarakat multiagama, etnik, dan latar belakang dapat hidup berdampingan di atas fondasi saling memahami," ujarnya pada acara yang dikoordinatori Subdit Dakwah dan Hari Besar Islam Kemenag itu.
Dia menyebut, sejarah tersebut telah diteladani para pendiri bangsa dalam menyusun formulasi dan struktur kehidupan bernegara. Mereka mewariskan bahwa Indonesia adalah negara kesatuan (Darusshulhi) atau negara kerukunan (Darussalam).
"Dalam konteks yang lain, para ulama juga menyebut sebagai negara yang dibangun di atas perjanjian dan kesepakatan (Darul ahdi wa syahadah)," imbuhnya.
Semua ini menegaskan bahwa perwujudan persaudaraan merupakan tuntunan Islam. "Maka mari kita jadikan momentum ini untuk meningkatkan persaudaraan kemanusiaan (Ukhuwah Insaniyyah), persaudaraan sesama umat Islam (Ukhuwah Islamiyah), dan persaudaraan sesama anak bangsa (ukhuwah wathaniyah)," imbuhnya.
Dia melanjutkan, sebagai sesama umat manusia dan anak bangsa, keragaman adalah keniscayaan. Al-Qur'an mengajarkan agar keragaman disikapi dengan saling mengerti dan memahami.
"Hal tersebut ditegaskan dalam Al-Qur'an surah Al-Hujurat ayat 13 bahwa Allah menciptakan keragaman untuk saling kenal mengenal," katanya.
Allah juga melarang umat manusia saling mencela, mengolok-olok, dan saling merendahkan satu dengan yang lainnya. Bahkan, menurutnya, dalam urusan yang paling sensitif terkait pemeluk agama, Al-Qur'an secara tegas melarang agar tidak saling mencampuri persoalan agama orang lain.
"Karena hal tersebut berpotensi merusak tatanan masyarakat yang telah terbentuk dengan keyakinannya masing-masing. Mari kita jaga dan saling memahami," pungkasnya.
Tampak hadir dalam salat Idulfitri 1443 H/2022 M tingkat kenegaraan itu, Wakil Presiden Kiai Ma'ruf Amin, Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi, Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin, dan diikuti oleh ribuan jemaah.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



