Jakarta, Bimas Islam --- Dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 Hijriah, Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar mengajak seluruh umat Islam untuk meneladani kepemimpinan dan sikap hidup Nabi Muhammad SAW.
Hal menarik menurut Fuad, Nabi Muhammad SAW adalah contoh paling inspiratif seorang pemimpin yang egaliter dalam kehidupan nyata. Pola hubungan antara Rasulullah dengan orang-orang sekelilingnya, dibangun dengan pola hubungan sebagai sahabat nabi, bukan hubungan guru dan murid, atau pemimpin dan pengikut. Muhammad Rasulullah mencegah dan melarang kultus individu walaupun berdalih agama.
Sesditjen memaparkan Nabi Muhammad Saw yang hidup di abad ke-7 M ditulis dalam rangking pertama oleh seorang ilmuwan Barat Michael H. Hart dalam bukunya yang terkenal Seratus Tokoh Yang Paling Berpengaruh Dalam Sejarah.
Fuad Nasar mengatakan, Nabi Muhammad tokoh terbesar sepanjang masa. Semakin jauh jarak waktu antara kehidupan kita sekarang dengan zaman Nabi Muhammad, semakin terasa keagungan risalah dan kesempurnaan ajaran Islam yang telah mengubah wajah dunia.
Menurut Fuad, keteladanan Nabi Muhammad sebagai uswatun hasanah adalah keteladanan yang melintasi waktu dan menembus batas zaman. Pemimpin dan umat yang ingin sukses dalam segala situasi, teladanilah kepemimpinan dan sikap hidup Muhammad Rasulullah SAW yang diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia dan membawa rahmat kepada seluruh alam.
"Semua segi kehidupan Rasulullah SAW dalam fungsinya sebagai Nabi dan Rasul menjadi teladan bagi umat manusia yang tak lapuk dimakan zaman," terang Fuad kepada tim pemberitaan Bimas Islam, Selasa (19/10/2021).
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, lanjut Fuad, merupakan momentum untuk mengingatkan kembali umat Islam pada perjuangan besar Rasulullah SAW. Hikmah peringatan Maulid menyegarkan kembali pemahaman terhadap visi pembinaan umat yang bertolak dari masjid dan persaudaraan, sebagaimana Rasulullah SAW mencontohkannya. Nabi Muhammad dengan konsepsi ajaran Islam yang diterimanya dari Allah untuk disampaikan kepada umat manusia telah meletakkan dasar-dasar yang kokoh bagi perdamaian dunia dan persaudaraan umat manusia.
Nabi Muhammad adalah pelopor Hak Asasi Manusia. Fuad mensitir sabda Nabi yang menegaskan, semua manusia adalah keturunan Nabi Adam, sedangkan Adam diciptakan dari tanah. Tidak ada kelebihan bangsa Arab dibanding bangsa yang bukan Arab, kecuali karena ketakwaan. Bahwa darah dan harta kamu sekalian oleh Tuhan disucikan, haram diganggu, seperti sucinya hari ini sampai datang masanya kamu sekalian menghadap Allah.
"Kualitas unggul umat Islam yang dikehendaki Nabi Muhammad bukan sekadar umat yang dihitung dalam statistik, tetapi umat yang diperhitungkan dalam kehidupan bangsa dan dunia," lanjut Fuad.
Fuad menambahkan, sejauh ini peringatan hari-hari besar Islam jarang dikaitkan dengan agenda yang dapat dikenang sepanjang masa. Semestinya, peringatan Hari Besar Islam ditandai dengan sesuatu yang monumental, seperti pembangunan masjid, sekolah, panti sosial yatim piatu, pembukaan klinik sehat duafa, asrama anak terlantar, dan kegiatan sosial lainnya.
"Sejalan dengan tema nasional peringatan Maulid Nabi Muhammad tanggal 12 Rabiul Awal 1443 Hijriah, mari terus kita tebarkan empati dan perkuat silaturahmi," tutupnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



