Jakarta, Bimas Islam -- Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas mengapresiasi acara Dialog Nasional Keagamaan dan Kebangsaan serta Perlindungan Anak dalam Islam pada rangkaian Islamifest 2023 yang digelar Jumat hingga Sabtu (10-11/6/2023).
“Saya sangat mengapresiasi Yayasan Islami Media Ramah atau Islami.co yang telah bekerja sama dengan Subdit Bina Paham Keagamaan Islam dan Penanganan Konflik serta UNICEF,” ujar Menag.
Acara tersebut juga diisi dengan peluncuran buku “Perlindungan Anak dalam Islam” karya Tim UNICEF Kairo Mesir yang diterbitkan UNICEF Indonesia. Menag berharap, buku tersebut dapat memberi pencerahan terkait pentingnya melindungi hak-hak dan kehidupan anak, karena anak-anak saat ini adalah pemimpin di masa depan.
“Begitu penting posisi anak muda, sehingga mereka harus mendapatkan pendidikan dan pencerahan termasuk dalam hal eksistensi kemuliaannya. Jangan sampai nilai kemuliaan ini diganggu oleh serabut diskriminasi dan merasa paling hebat sendiri,” ucapnya.
Pria yang akrab disapa Gusmen itu juga mengatakan, anak muda harus dikenalkan dengan kemajemukan dan kebinekaan. Sehingga, mereka memahami bahwa manusia diciptakan berbeda, dan perbedaan itu adalah sunatullah.
Gusmen menyebut, pemuda Indonesia harus tahu bahwa persaudaraan tidak hanya diikat oleh agama atau kedaerahan, tetapi persaudaraan pada hakikatnya adalah manifestasi dari kemanusiaan.
“Pemuda Indonesia harus memahami esensi moderasi beragama, tentang pentingnya komitmen kebangsaan dalam merajut kerukunan dan persatuan, tentang keharusan bersikap toleran, sehingga setiap perbedaan bisa disikapi sebagai rahmat dan kekayaan,” pungkasnya.
Fn/Mr



