Jakarta, Bimas Islam --- Pengasuh Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak, Yogyakarta, Kiai Raden Abdul Hamid Abdul Qodir mengatakan, pondok pesantren Al-Qur’an merupakan sasaran yang tepat untuk menarik minat santri menjadi imam masjid di Uni Emirat Arab (UEA).
“Langkah yang diambil Kemenag dalam mencari calon-calon Imam di pesantren tahfiz sudah sangat tepat. Sebab, pesantren sebagai pencetak kader intelektual dan berintegritas, termasuk pesantren Al-Qur’an di Indonesia terbukti telah melahirkan ulama-ulama Qur’an yang tidak sedikit jumlahnya,” ujarnya pada acara Obrolan Seputar Soal Islam (OBSESI) yang disiarkan melalui channel youtube Bimas Islam Tv, Selasa (17/5/22).
Menurutnya, lulusan pesantren Al-Qur’an selain memiliki kemampuan spesifikasi dasar ilmu Al-Qur’an seperti ilmu tajwid, tahfiz, qira’at sab’ah, dan tafsir, ia juga memiliki kelebihan pemahaman tentang perbandingan mazhab-mazhab hukum Islam dibanding lulusan lembaga lain.
“Ia juga memiliki kepribadian, akhlak, dan kemandirian yang siap menghadapi setiap kondisi. Sikap sosial dan pemahaman kebangsaannya juga sangat kuat dibanding alumni selain dari pesantren,” imbuhnya.
Dikatakannya, eksistensi pesantren hingga saat ini memiliki kekuatan dan karakteristik yang dibutuhkan oleh masyarakat khususnya umat Islam di Indonesia.
“Pondok pesantren jika benar-benar kita urus dengan baik, insyaallah hingga akhir nanti manfaatnya akan selalu dinantikan dan dibutuhkan oleh masyarakat khususnya umat Islam di Indonesia,” jelasnya.
Hal senada disampaikan Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais dan Binsyar) Kementerian Agama (Kemenag) Adib, program seleksi imam masjid UEA merupakan kesempatan bagi hafiz untuk memperluas pengalamannya hingga ke luar negeri.
“Calon imam masjid Indonesia yang terpilih untuk bertugas ke UEA tentunya juga memiliki tugas menyebarkan Islam yang toleran, mengenalkan keragaman Indonesia, dan menyampaikan harmonisnya hubungan antarpemeluk agama di Indonesia,” pungkasnya.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



