Samarinda, Bimas Islam — Rangkaian kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-30 di Kalimantan Timur ditutup dengan perjalanan menyusuri Sungai Mahakam. Para kafilah dari berbagai provinsi mendapat kesempatan untuk menikmati keindahan alam Kalimantan Timur.
Refil Andriansyah, peserta asal Jawa Timur, mengungkapkan rasa syukur dan kekagumannya terhadap pengalaman ini. "Ini pengalaman dan kenangan yang luar biasa kami dapatkan di Kalimantan Timur. Semoga kenangan ini menjadi ilmu yang saya bawa pulang ke Jawa," ujarnya kepada wartawan, Minggu (15/9/2024).
Selain mengagumi pemandangan, Refil juga memuji kuliner Kalimantan Timur yang cocok dengan selera para kafilah. "Makanannya sesuai dengan lidah kami. Jika ada rezeki dan kesempatan, saya ingin kembali ke Kalimantan Timur karena tempatnya sangat indah," tambahnya.
Sungai Mahakam, yang membentang lebih dari 900 kilometer, menjadi destinasi terakhir bagi para peserta. Dikenal dengan panorama yang memukau dan keberagaman hayatinya, sungai ini menjadi salah satu ikon Kalimantan Timur yang menarik perhatian kafilah.
Arsan, Sekretaris Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Bengkulu, juga merasa tersanjung atas kesempatan menyusuri Sungai Mahakam. “Kami sangat tersanjung sejak tiba di Samarinda. Hari ini, kami diajak oleh Liaison Officer (LO) Bengkulu untuk menyusuri sungai Mahakam. Ini adalah kenangan yang sangat indah dan tidak akan terlupakan,” ungkapnya penuh antusias.
Arsan juga menambahkan, perjalanan ini membuka mata akan sisi lain dari Kalimantan Timur yang mungkin belum banyak dikenal masyarakat. "Samarinda dan Sungai Mahakam sangat mengagumkan. Kami tidak akan melupakan momen ini," katanya.
Kegiatan susur sungai ini menjadi momen relaksasi bagi para kafilah setelah menjalani rangkaian lomba MTQ Nasional. Selain menikmati alam, para peserta juga dapat menjalin kebersamaan dengan kafilah dari berbagai provinsi lain.
Fn/Mr



