Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Penerangan Agama Islam, Syamsul Bahri mengaku akan menerapkan konsep Tut Wuri Handayani dalam mempimpin Direktorat Penerangan Agama Islam (Ditpenais) Kementerian Agama. Hal ini disampaikan Syamsul saat berkenalan dengan pejabat eselon III dan IV di lingkungan Ditpenais.
"Saya yakin bapak dan ibu lebih banyak tahu. Saya akan lebih banyak Tut Wuri Handayani," kata Syamsul di ruang kerjanya Kantor Kemenag Pusat, Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (24/5/21).
Dalam menjalankan kepemimpinannya, Syamsul akan menerapkan konsep saling tolong menolong yang merupakan jati diri bangsa dan ajaran Al-Qur'an yang mulia. Mantan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur ini menekankan pentingnya kebersamaan sebagai satu tim.
"Kita ta'awun (saling tolong menolong). Yang paling penting, kita saling membantu dan saling memberi. Kita hebat kalau bersama," tambahnya.
"Dalam pelaksanaan kegiatan, kita ini tim. Kita saling mendukung dan aktif melibatkan diri. Kita satu kesatuan di Penais. Transparansi sudah menjadi budaya dan kewajiban kita," terangnya.
Sebagai pemimpin, Syamsul merasa tidak keberatan jika diberi masukan. Apalagi, candanya, dirinya mengaku 'mualaf' di Kementerian Agama Pusat.
"Saya pribadi kulo nuwun kepada bapak dan ibu. Silakan diajak, diberi masukan, diingatkan, jika perlu dibimbing. Karena kita semangatnya belajar, jadi gak ada yang merasa pintar dan gak ada yang bodoh," pungkasnya.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



