Jakarta, bimasislam – Setelah menempuh perjalanan 16 jam dari Jakarta menuju Abu Dhabi, akhirnya 14 Imam masjid dari Indonesia yang bertugas di masjid-masjid di wilayah Persatuan Emirat Arab [PEA] telah tiba di Bandara Internasional Abu Dhabi, Sabtu [19/8] pukul 23.30 Waktu Abu Dhabi
Konsuler Kedutaan RI di Abu Dhabi, Hendra P. Iskandar dalam keterangan tertulisnya mengatakan kedatangan rombongan Imam Masjid dari Indonesia di bandara diterima secara langsung oleh perwakilan Lembaga Urusan Islam dan Waqaf PEA serta Bagian Konsuler Kedutaan RI di Abu Dhabi. Setibanya di Bandara Internasional Abu Dhabi para imam tampak bersuka cita karena segera menjalankan tugas mulia.
Empat belas Imam Masjid dari Indonesia tersebut merupakan hasil kerjasama Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama dengan Lembaga Urusan Agama Islam dan Waqaf Persatuan Emirat Arab. Penetapan ke-14 imam tersebut berdasarkan hasil seleksi yang diselenggarakan secara langsung oleh delegasi Lembaga Urusan Agama Islam dan Waqaf PEA pada tanggal 15-16 April 2017 di Jakarta.
Dalam menyambut kehadiran para imam dari Indonesia, Direktur Lembaga Urusan Agama Islam dan Waqaf mengundang kehadiran mereka dalam acara pertemuan pada hari Ahad [20/8] di Gedung Lembaga Urusan Agama Islam dan Waqaf PEA di Abu Dhabi.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Pimpinan Lembaga Awqaf, Syeikh Muhammad Matar Salem Al Kaabi serta Duta Besar Indonesia untuk Abu Dhabi, Husen Bagis, Bagian Konsuler KBRI Abu Dhabi, Hendra P. Iskandar dan 14 Imam Masjid dari Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, Syeikh Matar mengungkapkan rasa gembira dan mengatakan selamat datang kepada 14 Imam Masjid dari Indonesia yang akan bertugas menjadi imam masjid di wilayah PEA. Beliau juga mengundang kehadiran Dirjen Bimas Islam terkait pembahasan kerjasama lebih lanjut RI-PEA di bidang Islamic Affairs serta mengajak Dirjen Bimas Islam untuk meninjau secara langsung tempat-tempat Imam Masjid bertugas.
Adapun Dubes Husin Bagis berpesan kepada para imam agar dapat menjalankan tugas mereka dengan sebaik-baiknya. Di samping itu, seluruh imam juga diimbau untuk selalu mematuhi hukum dan peraturan negara setempat dan tidak melakukan kegiatan yang dilarang oleh Pemerintah PEA.
Di sela-sela kegiatan ramah tamah, Dr. Mohammed Al Kaabi sempat meminta tiga orang imam untuk melantunkan beberapa ayat suci Al Qur’an. Usai diperdengarkan, Dr. Mohammed Al Kaabi tidak sungkan untuk memuji bagusnya bacaan tersebut dan ia mengaku cukup puas dengan kualitas dan kemampuan para imam yang baru direkrut dari Indonesia. Program pengiriman para imam masjid ke PEA yang diinisiasi oleh Dubes Husin Bagis tersebut selain dapat dimaknai sebagai bentuk kepercayaan dan pengakuan Pemerintah PEA kepada Indonesia, juga merupakan bentuk peran aktif dan kontribusi Indonesia dalam mempromosikan ajaran islam moderat dan toleran yang selama ini dipraktikkan secara luas di dalam negeri.
(subhan/syam/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



