Jambi, Bimas Islam --- Penyiar Radio Jak 101 FM Jakarta, Egard Dewo menjadi narasumber pertama dalam Pembinaan Kompetensi Penyiar Agama Islam (PKPAI) Provinsi Jambi di Hotel Aston, Kota Jambi, Kamis (26/5/22). Egard yang juga praktisi komunikasi publik ini menyampaikan materi Inovasi Komunikasi Disruptif di Era Teknologi Digital.
"Komunikasi disruptif artinya inovasi komunikasi yang membantu menciptakan pasar baru, 'mengganggu' atau 'merusak' pasar yang sudah ada dan pada akhirnya menggantikan teknologi terdahulu," ungkap Egard.
Dalam mengembangkan komunikasi disruptif, lanjutnya di hadapan Penyiar Agama Islam se-Provinsi Jambi, seorang penyiar hendaknya mengedepankan kreativitas.
"Komunikasi disruptif ini sangat penting diterapkan karena di era media sosial, netizen hanya butuh waktu 3 detik untuk memutuskan suatu konten layak ditonton atau tidak," tambahnya.
Meski demikian, Egard menekankan pentingnya kualitas konten. Pasalnya, era media sosial membuat content creator berlomba menyajikan kecepatan dengan menghiraukan substansi.
"Meski cepat dan 'mengganggu' harus tetap positif. Sebab kita Muslim, semua yang kita sajikan kepada masyarakat harus bermanfaat dan menjadi amal jariah di dunia dan akhirat," pungkasnya.
Sebagai informasi, PKPAI Jambi akan berlangsung pada Kamis-Sabtu, 26-28 Mei 2022. Program kerja Subdit Seni, Budaya, dan Siaran Keagamaan Islam Direktorat Penerangan Agama Islam Kemenag ini telah dilaksanakan di Provinsi DKI Jakarta, Jawa Tengah, Aceh, Gorontalo, Jawa Timur, dan Jambi.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



