Bantul, Bimas Islam -- Sejak diresmikan Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin pada 2022 lalu, Pos Observasi Bulan (POB) Syekh Bela Belu Kretek Bantul aktif menggelar rukyatulhilal setiap bulan di luar bulan-bulan besar Islam seperti Ramadan, Syawal, dan Zulhijah.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta, Jauhar Mustofa pada wartawan di Bantul, Sabtu (17/06/2023).
“Kita laksanakan rukyatulhilal tiap bulan. Jadi ada rukyatulhilal tiap bulan di samping bulan-bulan besar. Betul-betul kita fungsikan POB ini, karena POB ini didirikan dari anggaran negara,” jelasnya.
Jauhar mengatakan, digelarnya rukyatulhilal setiap bulan juga ditujukan untuk melatih SDM. "Termasuk dari Kanwil, PRD, BMKG juga hadir setiap bulan di sini. Kita kerja sama dan hadir setiap bulan semenjak POB ada di sini," terangnya.
“Karena ilmu ini ilmu langka, dan pengaderan kita saat ini agak terlambat. Tidak seperti 10-15 tahun yang lalu. Di tahun 2006-2007 ketika masih banyak anggaran diperuntukan di Subdit Hisab Rukyat, luar biasa. Tiap tahun Diklatnya berulang kali di Pusdiklat. Hampir setiap tahun kita ikut mulai tingkat dasar, menengah, dan mahir,” tuturnya.
“Tapi setelah itu, pengaderan agak terhenti dan mandek. Masih ada, tapi tidak banyak seperti di awal-awal tahun 2007-2008. Sehingga kita harus mulai mempergunakan segala prasarana yang ada untuk kembali mengembangkan ilmu hisab dan rukyat, agar ilmu ini tidak terputus dan hilang,” imbuhnya.
Jauhar juga mengungkap, POB Syekh Bela Belu ini baru didirikan, sehingga masih memerlukan peralatan untuk melengkapi display.
"Di lantai 1 dan 2, POB ini akan kita setting jadi ruang pamer, untuk fungsi edukasi. Nanti ada beberapa poster-poster, alat-alat hisab dan rukyat untuk mengenalkan pada masyarakat luas," ujarnya.
Jauhar berharap, keberadaan POB Syekh Bela Belu ini betul-betul bisa membantu pemerintah pusat untuk menyukseskan pelaksanaan rukyatulhilal dan Sidang Isbat di bulan-bulan besar.
Selain itu, ia juga berharap bisa mengembangkan fungsi lain dari POB, terutama fungsi edukasi, sehingga tidak sebatas digunakan untuk rukyatulhilal. "Itu cita-cita besar Kanwil DIY, dan saya sudah dapat dukungan dari pusat baik dari Urais dan Perencanaan. Kami sudah komitmen,” pungkasnya.
Ba/Mr



