Kulon Progo, Bimas Islam -- Program Kampung Zakat digulirkan sebagai upaya mengentaskan kemiskinan dan mengungkit ekonomi umat. Hal itu disampaikan Analis Kebijakan pada Seksi Pemberdayaan Zakat Bidang Penaiszawa Kanwil Kemenag Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Misbahrudin dalam 'Podcast Reboan' berjudul 'Kampung Zakat' yang disiarkan di channel YouTube Kemenag Kulon Progo, Rabu (1/3/2023) pagi.
“Program Kampung Zakat ini digulirkan sebagai upaya mengentaskan kemiskinan dan mengungkit ekonomi umat di berbagai daerah di Indonesia,” jelasnya.
Misbah mengatakan, Program Kampung Zakat yang digulirkan sejak tahun 2018 telah hadir di 18 provinsi di Indonesia. Ia memaparkan, dalam program Kampung Zakat, Kementerian Agama bertindak sebagai fasilitator yang menjembatani kebutuhan umat.
“Program yang digulirkan sejak tahun 2018 ini telah hadir di 18 provinsi. Kemenag sebagai inisiator dan fasilitator berupaya menjadi jembatan atas berbagai permasalahan umat, terutama pada kebutuhan dasar manusia yang meliputi ekonomi, pakaian, tempat tinggal, pendidikan, dan kesehatan,” ucap Misbah.
“Program Kampung Zakat ini diharapkan dapat bermanfaat bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Hal ini tentu selaras dengan program penguatan moderasi beragama,” sambungnya.
Alfanuha Yusyida Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kulon Progo menimpali keterangan Misbah, bahwa kampung zakat dari Kemenag selaras dengan program Kampung Berkah yang sebelumnya telah berjalan di DIY, termasuk di Kabupaten Kulon Progo. Menurutnya, esensi program Kampung Berkah senada dengan program Kampung Zakat, yakni pengentasan kemiskinan.
“Sebelum adanya program Kampung Zakat ini, BAZNAS DIY termasuk Kulon Progo telah membentuk Kampung Berkah. Inti dari kedua program ini sama, yaitu pada upaya pengentasan kemiskinan,” katanya.
Alfanuha memastikan Pemerintah dan BAZNAS dapat bersinergi dan berkolaborasi dalam menjalankan program yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
“Tentu kita dapat saling bersinergi untuk pelaksanaan program ini. Beberapa waktu lalu kita juga bersinergi dengan Puskesmas dan TNI dalam pelaksanaan program. Semoga nantinya benar-benar dapat bermanfaat bagi masyarakat secara luas,” ungkapnya.
Alfanuha menambahkan, Kulon Progo memiliki dua kampung Berkah, yaitu Kelurahan Sendasari Kapanewon Pengasih yang telah memasuki tahun kedua, dan Kelurahan Sidoharjo, Kapanewon Samigaluh yang baru masuk tahun 2023 ini.
“Rencananya tahun 2023 BAZNAS DIY akan melaunching program ini di Kulon Progo,” pungkasnya.
Podcast Reboan merupakan program yang digagas Kemenag Kulon Progo sebagai bentuk pelayanan informasi publik di era digital. Podcast ini diharapkan menjadi media informasi yang menarik bagi masyarakat. (abi)
Ba/Mr



