Lumajang, Bimas Islam --- Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Nasional mendampingi Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur mengunjungi sekaligus memberikan bantuan untuk penyintas gempa yang berpusat di Malang, Sabtu (10/4/21) lalu. Gempa tersebut menyebabkan kerusakan di beberapa wilayah, salah satunya di Kabupaten Lumajang.
"Kami mengunjungi daerah terdampak gempa di Kecamatan Pronojiwo dan Kecamatan Tempursari, Lumajang. Medannya penuh tantangan. Terjal dan sulit, berbelok-belok," ungkap Bendahara Pokjaluh Nasional, Sriwanti Yusuf kepada Bimas Islam, Jumat (16/4/21).
Wanti mendampingi Kakanwil Kemenag Jatim, Jayadi dan Kakan Kemenag Lumajang, Santoso berserta jajarannya pada Rabu (14/4/21). Di dua kecamatan tersebut, tambah Wanti, terdapat 400 rumah yang rusak berat.
Rombongan memberikan bantuan berupa sembako untuk masyarakat dan uang tunai senilai 30 juta untuk perbaikan rumah ibadah yang rusak. Tak hanya untuk masjid, bantuan juga diberikan untuk perbaikan gereja.
"Perjalanan dari pusat Lumajang ke lokasi sekitar 4 jam. Alhamdulillah berjalan lancar. Pokjaluh dan kawan-kawan penyuluh ikut ambil bagian untuk turun langsung menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak," tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wanti kembali mengajak Penyuluh Agama Islam seluruh Indonesia untuk kembali menggiatkan gerakan 1 Penyuluh 10 Ribu Rupiah sebagai bentuk perhatian kepada sesama.
"Semoga Gerakan 1 Penyuluh 10 Ribu Rupiah terus berjalan lancar, apalagi di bulan Ramadan. Kita dianjurkan untuk tebar amal, tebar kebaikan memberikan perhatian kepada saudara terdampak. Kami akan selalu hadir," pungkasnya.
Selain masjid dan gereja, bantuan juga diberikan kepada Madrasah Ibtidaiyah yang mengalami kerusakan berat.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



