Bogor, Bimas Islam --- Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam) Kamaruddin Amin mengatakan, potensi wakaf Indonesia merupakan potensi wakaf paling besar di dunia.
“Potensi wakaf Indonesia sangat dahsyat, umat Islam gemar berwakaf, kalau lihat titik wakaf hampir 400 ribu titik, angka terbesar di dunia,” kata Kamaruddin saat membuka Raker Badan Wakaf Indonesia (BFI), di hotel Aston Sentul, Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/2/2021).
Wakaf di Indonesia lanjut Kamaruddin tinggal dimanajerial dengan baik serta memanfaatkan perkembangan teknologi. Pasalnya wakaf di Indonesia saat ini masih banyak dilakukan secara tradisional atau konvensional.
“Saya usulkan kedepan kita harus aktif. BWI tidak lagi sosialisasi, ada format sistem yang bisa dieksekusi, kita lakukan diversifikasi,” ujar Kamaruddin.
Sebelumnya, untuk menginisiasi dan menumbuhkan semangat masyarakat dan umat Islam untuk berwakaf, Kemenag sudah memulai wakaf dengan mendorong para Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Kemenag untuk berwakaf. Hasilnya pun cukup memuaskan, hingga akhir Desember 2020, terkumpul wakaf dari ASN Kemenag sebesar Rp4 miliar.
(Fadly)
Editor: Pirman
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



