Polewali Mandar, Bimas Islam -- Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Binuang, Ahmad Yasin mengatakan, masyarakat Dusun Macera sangat menjaga toleransi antarumat beragama. Hal itu disampaikannya kepada wartawan Bimas Islam, Jumat (14/7/2023).
Menurutnya, toleransi antarumat beragama di Dusun Macera sangat terjaga. Masyarakat saling menghargai di tengah perbedaan agama, suku, dan budaya.
"Kalau ada acara-acara, misalnya acara pengantin, acara kematian, mereka bersatu, bekerja sama, meskipun mereka memiliki suku dan agama yang berbeda-beda," ucapnya.
"Contohnya kalau ada kerja bakti, mereka semuanya turut bersama-sama. Ketika ada pembangunan masjid, orang Kristen, orang Katolik turut membantu. Begitu pula jika ada pembangunan gereja, umat Islam turut membantu," imbuhnya.
Keunikan dusun ini juga dapat dilihat dari pemakaman tiga umat beragama, yaitu Islam, Katolik, dan Protestan yang ditempatkan dalam satu lokasi yang sama.
"Termasuk yang agak unik, di tempat kami ini saya lihat ada pemakaman di mana kuburan umat Islam, Kristen Protestan, dan Katolik itu satu tempat. Ini merupakan bukti bahwa mereka benar-benar rukun, tidak ada sekat-sekat. Sekat agama, sekat budaya. Itu yang saya kira, membuat dusun kami layak dinobatkan sebagai KMB," katanya.
Lebih dalam lagi, Dusun Macera ini juga masih menjaga kearifan lokal. Terdapat situs bernama Pakelangeran, sungai di Dusun Macera yang dipercayai bisa mengabulkan keinginan.
"Termasuk juga di antaranya local wisdom (kearifan lokal) tetap terjaga. Masyarakat di sini sangat menghargai local wisdom," pungkasnya.
Msk/Mr



