Bantul, Bimas Islam --- Jodoh itu misteri. Setiap orang berharap mendapatkan jodoh terbaik. Sayangnya, masih ada oknum masyarakat yang mencari jodoh dengan cara yang tidak tepat hingga terjerumus ke dalam pergaulan bebas.
Fenomena ini membuat Arif Yulianto, Penyuluh Agama Islam KUA Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, DIY membuat inovasi program yang dinamakan Jemput Jodoh Syar'i. Program ini sudah diikuti sekitar 1.000 orang sejak digulirkan pada 2019 lalu.
"Fenomena pergaulan bebas masih menjamur. Selain itu, banyak pula pria atau wanita dewasa yang belum menikah karena berbagai alasan," kata Arif melalui pesan tertulis kepada bimasislam, Senin (13/9/21).
Jemput Jodoh Syar'i ini bergerak di bawah naungan KUA Bambanglipuro bekerja sama dengan Yayasan Alas Dakwah yang dipimpin Arif. Peserta yang mendaftar kemudian mendapatkan bimbingan intensif setiap pekan.
"Kalau Bimwin biasanya untuk pasangan yang akan menikah. Kalau ini belum akan menikah. Jadi kita berikan edukasi terkait pernikahan dan rumah tangga secara lebih lama," tambahnya.
Sebelum pandemi Covid-19, program ini dijalankan dalam bentuk tatap muka setiap hari Ahad. Arif menuturkan, banyak alumni program ini yang kemudian benar-benar berjodoh.
"Ada 200-an pasangan yang akhirnya menikah. Jadi awalnya diedukasi, bagi yang serius kita fasilitasi ta'aruf (perkenalan) lebih mendalam ke calon pasangan dan keluarganya," tambahnya.
Meski dijalankan dari sudut Kabupaten Bantul, program ini berhasil menjangkau banyak peserta dari berbagai penjuru Indonesia.
"Diumumkan di media sosial sehingga pesertanya lintas provinsi. Klik http://bit.ly/daftarjemputjodoh untuk bergabung. Ayo jemput jodoh dengan syar'i. Bersama jauhi zina," pungkasnya.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



