Jakarta, Bimas Islam --- Moderasi beragama sangat fundamental bagi Indonesia. Sebagai negara paling beragam di dunia, diperlukan sikap saling menghormati dan menghargai.
“Moderasi beragama adalah bagaimana kita menghargai orang lain. Salah satu karakter moderasi beragama adalah toleran dalam arti menghargai perbedaan dan saling memahami,” kata Direktur Jenderal Bimas Islam Kamaruddin Amin di Gedung Kemenag, Jl. MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (24/2/2021).
Kamaruddin menegaskan, dengan penduduk yang beragam, mulai dari suku, budaya dan agama, maka sikap saling menghargai sangat diperlukan.
“Tapi dalam konteks tertentu, seperti pada teologis, tentu tidak ada toleransi. Sekali lagi, kita menghargai perbedaan. Hal itu sangat penting dalam konteks negara berbangsa yang sangat majemuk,” ujarnya.
Kamaruddin menegaskan, moderasi beragama adalah sebuah keniscayaan bagi Indonesia sebagai negara paling majemuk di dunia. Kemenag telah menyusun berbagai program guna mempromosikan moderasi beragama kepada masyarakat. Sesuai instruksi Menteri Agama dalam rapat bersama pejabat eselon I dan perwakilan Kelompok Kerja (Pokja) Moderasi Beragama Kemenag, Rabu (17/2) pekan lalu, berbagai program tersebut dijabarkan dalam sub-sub tema ceramah, khutbah, maupun materi pendidikan keagamaan. Menag berharap, program-program itu bisa dijalankan dalam tahun 2021 ini.
(Fadly)
Editor: Sigit
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



