Pulau Tiga, Bimas Islam — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pulau Tiga Kepulauan Riau meluncurkan program inovatif bertajuk Catin Membaca sebagai bagian dari bimbingan pranikah. Program ini mewajibkan calon pengantin (Catin) membaca Al-Qur’an dan buku bertema keluarga sebelum mengikuti sesi bimbingan.
Selama kegiatan berlangsung, para Catin diberi waktu khusus untuk membaca. Hasil bacaan tersebut kemudian didiskusikan bersama dalam sesi bimbingan pranikah. Tujuannya adalah meningkatkan literasi, memperluas wawasan, dan memperkuat kesiapan mental Catin dalam membangun rumah tangga.
KUA Pulau Tiga menyediakan berbagai buku bertema keluarga, mulai dari pembinaan diri, persiapan pernikahan, manajemen konflik, hingga pembentukan generasi berakhlak mulia. Al-Qur’an juga tersedia untuk memperkuat nilai-nilai spiritual para Catin.
“Program ini sangat bermanfaat dan menjadi angin segar dalam penerapan budaya literasi dalam rumah tangga. Islam sendiri menjadikan literasi sebagai wahyu pertama, yaitu perintah membaca. Maka, budaya membaca perlu dibiasakan sejak sebelum pernikahan,” ujar Penghulu KUA Pulau Tiga sekaligus inisiator program, Ishak, Selasa (7/5/2025).
Pasangan Catin yang mengikuti program ini juga memberi respons positif. Mereka merasa mendapatkan pengalaman dan ilmu baru yang dapat diterapkan dalam kehidupan rumah tangga.
“Saya ucapkan terima kasih kepada KUA Pulau Tiga atas program Catin Membaca dan bimbingan pranikah yang sangat bermanfaat. Kami jadi sadar bahwa membina rumah tangga perlu terus belajar, termasuk dengan membaca Al-Qur’an dan buku-buku seputar keluarga,” kata salah satu Catin peserta program.
Plt. Kepala KUA Pulau Tiga, Ibnul Abas juga mendukung penuh inisiatif tersebut. Ia menilai program ini berdampak besar terhadap pembinaan keluarga sakinah. “Kami akan terus memberikan pelayanan terbaik bagi umat. Program positif seperti Catin Membaca harus dilaksanakan secara konsisten karena manfaatnya sangat besar bagi kehidupan rumah tangga,” ungkapnya.
Kasubdit Kepustakaan Islam Kemenag, Nur Rahmawati, menyambut baik inovasi yang bertujuan untuk meningkatkan indeks literasi di tanah air. Menurutnya, langkah ini merupakan investasi pengetahuan jangka panjang sebagai prasyarat menuju Indonesia Emas 2045.
Nur berharap, KUA di seluruh Indonesia dapat berperan aktif dalam menyediakan sumber bacaan yang relevan dengan kebutuhan Catin, sehingga menjadi referensi utama dalam membentuk keluarga yang berdaya dan berwawasan luas.
“Kami juga berharap, inovasi ini menginspirasi daerah lain untuk mengembangkan gerakan literasi serupa demi mendukung terciptanya generasi keluarga yang lebih cerdas dan berpengetahuan,” ungkapnya.
Nur menambahkan, Ditjen Bimas Islam Kemenag telah menyediakan platform perpustakaan digital dengan nama Elektronik Literasi Pustaka Keagamaan Islam (Elipski). Aplikasi itu terus dikembangkan sehingga masyarakat dapat mengakses informasi, pengetahuan, dan literasi keagamaan dengan mudah.
Wcp/Mr



