Surabaya, Bimas Islam -- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Kementerian Agama Waryono, bersama LAZ Yatim Mandiri menggelar pertemuan di Asrama Mandiri Entrepreneur Center, Surabaya, Sabtu (14/9/2024). Pertemuan ini membahas program Mandiri Entrepreneur Center yang memberi pelatihan kewirausahaan bagi anak yatim piatu.
Program Mandiri Entrepreneur Center bertujuan untuk mencetak wirausahawan mandiri dari kalangan yatim piatu. Peserta mendapat pelatihan selama satu tahun dalam berbagai keterampilan, seperti akuntansi, digital marketing, dan kewirausahaan. Direktur Utama LAZ Yatim Mandiri, Sholahuddin, mengungkapkan bahwa lebih dari 2.000 anak yatim telah menjadi alumni program ini, dan banyak dari mereka kini mandiri secara ekonomi.
"Kami bangga melihat banyak anak yatim piatu yang berhasil menjalankan usaha mereka sendiri setelah mengikuti program ini," ujar Sholahuddin.
Waryono, yang juga memberi motivasi kepada para peserta, menekankan pentingnya memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. "Kesempatan ini adalah anugerah yang harus dijaga dengan tindakan nyata. Jadilah generasi yang mandiri dan bermanfaat bagi orang lain," katanya.
Selain mencetak wirausahawan, program ini juga dirancang untuk memberi dukungan berkelanjutan bagi anak yatim, agar mereka tidak hanya bergantung pada bantuan, tetapi juga mampu menciptakan peluang ekonomi sendiri.
Pertemuan ini juga membahas hasil audit syariah yang dilakukan terhadap tata kelola LAZ Yatim Mandiri. Sholahuddin menyebut audit tersebut sebagai langkah introspeksi yang mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana zakat, serta memperkuat program pemberdayaan yatim piatu.
Kementerian Agama dan LAZ Yatim Mandiri berkomitmen untuk terus meningkatkan sinergi dalam memperluas dampak positif zakat, terutama dalam program-program yang berkelanjutan seperti Mandiri Entrepreneur Center, sehingga semakin banyak anak yatim piatu yang dapat menjadi wirausahawan mandiri.
And/Mr



