Jakarta, Bimas Islam -- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama, Tarmizi Tohor meminta penyuluh dan KUA untuk serius dalam menjalankan program KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat. Menurut Tarmizi, program ini tidak akan bisa berjalan tanpa keseriusan para penyuluh dan KUA di kecamatan.
“Saya meminta, program KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat harus dikerjakan dengan serius, karena ini salah satu program unggulan dari Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf. Program ini tidak akan bisa berjalan dengan baik tanpa bantuan dan keseriusan teman-teman di daerah, karena teknis pengerjaan ada di daerah,” ujar Tarmizi saat menutup Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendamping Penyuluh bagi KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat, Rabu (22/3/2023) di Jakarta.
Menurut Tarmizi, Bimtek ini merupakan upaya memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM) penyuluh. Tidak hanya itu, Bimtek ini juga digelar sebagai penjelasan kepada para penyuluh terkait program KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat.
“Setelah pulang, diharapkan (para peserta Bimtek) bisa menerapkan di lapangan, apa yang telah didapatkan. Peserta juga diharapkan dapat melakukan sosialisasi pada masyarakat yang menerima bantuan Pemberdayaan Ekonomi Umat dan berkoordinasi dengan lembaga zakat dan BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) yang telah ditunjuk di situ," ujarnya.
Tarmizi juga berharap, penyuluh dapat menarik Lembaga Amil Zakat (LAZ) di daerah untuk menjalin sinergi dalam menjalankan program ini.
"Saya ingin LAZ dan BAZNAS berkecimpung dalam program ini, dan berkoordinasi dengan Penais Zawa atau Kasi Zakat wakaf, atau Kabid Urais untuk sinergi pelaksanaan di lapangan," ucap Tarmizi.
Tarmizi berjanji akan mengevaluasi dan memberi penilaian pada hasil pelaksanaan program KUA Pemberdayaan Umat. Ia mengatakan, KUA yang berhasil menjalankan program ini akan diberi penghargaan.
Sementara itu, Kasubdit Edukasi, Inovasi, dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf, Wida Sukmawati mengatakan, kapasitas penyuluh mesti ditingkatkan, terutama dalam pendampingan pemberdayaan ekonomi umat.
“Kita harus memperkuat kapasitas penyuluh, melakukan asesmen pada penerima manfaat, dan melakukan pendampingan penerima manfaat untuk membuat proposal bisnis plan, serta untuk menjaga keutuhan keluarga penerima manfaat,” jelasnya.
Menurut Wida, di samping meningkatkan ekonomi masyarakat, program KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat juga dapat meningkatkan kualitas keluarga.
Bimtek Pendamping Penyuluh bagi KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat digelar selama selama tiga hari, Senin-Rabu (20-22/03/2023).
Ba/Mr



