Ciawi, Bimas Islam – Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo HR Muhammad Syafi’i mengunjungi Unit Percetakan Al-Qur’an (UPQ) di Ciawi, Bogor, pada Kamis (13/3/2025). Dalam kunjungan tersebut, ia mengapresiasi peran penting proses tashih dalam menjaga kemurnian Al-Qur’an yang dicetak, baik dalam bentuk fisik maupun digital.
"Apa yang saya saksikan menunjukkan bahwa komitmen bangsa kita terhadap Al-Qur’an itu sangat tinggi. Ada kesinambungan pengawalan kemurnian Al-Qur’an, sehingga mushaf yang beredar, baik dalam bentuk tulisan maupun digital, benar-benar sesuai dengan aslinya," ujar Wamenag.
Proses tashih di UPQ dilakukan oleh pentashih Al-Qur’an yang bertugas memastikan setiap mushaf yang dicetak, baik oleh pihak swasta maupun UPQ, telah melalui validasi ketat. Wamenag menegaskan bahwa mekanisme ini mencerminkan kesungguhan pemerintah dalam menjaga keaslian Al-Qur’an di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Wamenag juga meninjau seluruh tahapan produksi, mulai dari pemilihan bahan baku, pencetakan, hingga tahap akhir distribusi. Ia menilai standar tinggi yang diterapkan UPQ menjadi jaminan mutu bagi umat Islam.
"Saya kira ini pekerjaan yang sangat luar biasa, sebuah pekerjaan yang mulia," tuturnya.
UPQ Ciawi merupakan salah satu pusat produksi Al-Qur’an terbesar di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan mushaf bagi pesantren, masjid, dan lembaga pendidikan Islam. Wamenag menegaskan, sistem pentashihan dan pencetakan Al-Qur’an di Indonesia harus terus dijaga dan ditingkatkan agar umat Islam dapat membaca dan mengamalkan Al-Qur’an tanpa khawatir akan kesalahan dalam teks.
Fn/Mr



