Jakarta, Bimas Islam --- Dampak negetif dari pandemi Covid-19 masih banyak dirasakan masyarakat luas. Beberapa perkantoran hanya memberikan 50 persen, bahkan 25 persen karyawannya berangkat ke kantor. Sisanya, mengerjakan pekerjaan kantor di rumah atau banyak dikenal dengan istilah work from home (WFH).
Psikolog Fivi Nurwianti memandang, WFH sebagai peluang meningkatkan kreatifitas bersama keluarga. Sebab, masyarakat akan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah ketimbang di kantor. Kesempatan itu bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan kreatifitas untuk meningkatkan kesehatan mental.
“Pandemi Covid-19 itu membuat banyak perubahan di kehidupan. Kita tidak bisa lagi berkerumun, harus menjaga jarak, menggunakan masker, dan banyak lagi perubahan yang terjadi. Dampak tersebut pasti sedikit banyaknya akan memengaruhi psikologis seseorang,” ujar Fivi di Jakarta, Kamis (17/6).
Berbincang dengan bimasislam usai mengisi salah satu materi Bimbingan Teknis (Bimtek) Fasilitator Layanan Konsultasi dan Pendampingan Perkawinan dan Keluarga, Fivi mengatakan bahwa dengan mengembangkan kreatifitas, seseorang akan terhindar dari tekanan mental, stres, hingga merasa terbebani dengan pandemi Covid-19.
Bimtek tersebut digelar oleh Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah Ditjen Bimas Islam yang diikuti oleh 110 Penyuluh Agama Islam dari 100 KUA yang direvitalisasi. Kegiatan tersebut diselenggarakan dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Para peserta diwajibkan melakukan test swab antigen.
“Kalau pikiran kita merasa terbebani dengan pandemi Covid-19, maka yang muncul hanyalah gangguan pada psikologis diri kita sendiri. Kita perlu melihat sisi yang lain, kita tak bisa memungkiri bahwa masa pandemi membuat kita dekat dengan keluarga. Kesempatan ini harus dimaksimalkan dengan mengembangkan kreatifitas seperti meningkatkan kemampuan dalam teknologi atau kreatifitas lain yang justru kita akan merasa rileks dengan kondisi seperti ini,” urainya.
Fivi berharap, Penyuluh Agama Islam, khususnya yang hadir menjadi peserta Bimtek Fasilitator Layanan Konsultasi dan Pendampingan Perkawinan dan Keluarga, terus menyosialisasikan dan mendorong orang-orang agar tak terlalu khawatir dalam mengisi hari-harinya bersama keluarga mereka.
“Dampak pandemi Covid-19 ini bukan hanya kita yang merasakan. Kita mungkin bisa kuat menghadapinya, tapi bagaimana dengan lingkungan di sekitar kita? Tetangga kita? Jadi mari kita bersama-sama membangun relasi, membangun lingkungan yang sehat dan penuh kreatifitas di tengah pandemi,” katanya.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



