Cianjur, Bimas Islam -- Puluhan warga Cianjur memilih bermalam di tenda penyintas di Lapangan Kankemenag Kabupaten Cianjur, Selasa (22/11/22) malam. Penyintas yang terdiri dari anak-anak, remaja, dan orang tua tidur di dua tenda besar dan sedang berwarna merah putih.
"Alhamdulillah rumah kami tidak hancur. Hanya retak. Tapi ada tetangga yang rumahnya roboh. Kalau di pusat gempa lebih parah lagi," ungkap Ruslan, warga Karangtengah yang memilih bermalam di tenda pengungsian.
Senada dengan Ruslan, Cecep melakukan hal serupa. Ia bersama keluarganya belum berani tidur di rumahnya. Meski beralaskan tikar seadanya, menginap di tenda membuat hatinya lebih tenang.
"Kita berjaga-jaga. Khawatir masih ada gempa susulan. Gempa kemarin siang guncangannya terasa besar," ungkap Cecep.
Kepala Kankemenag Kabupaten Cianjur, Ramlan Rustandi mengatakan, Kemenag telah bersinergi dengan sejumlah lembaga dalam memberikan bantuan kepada penyintas. Selain dengan BAZNAS Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten/Kota sekitar Cianjur, pihaknya juga bersinergi dengan lembaga lain.
"Tenda yang ditinggali penyintas punya Kemenkes. Alhamdulillah, BAZNAS juga sudah terjun langsung ke lokasi. Tadi kita juga mendampingi Plt. Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Adib dan Kakanwil Kemenag Provinsi Jabar, Ajam Mustajam meninjau lokasi gempa. Kita terus bersinergi dan berkolaborasi memberikan terbaik untuk penyintas," tegasnya.
Hinggga Selasa (22/11/22) malam, proses evakuasi terhadap penyintas gempa 5,6 SR masih dilakukan. Sirine ambulans membawa penyintas terdengar kencang di sepanjang jalan Raya Bandung Kota Cianjur.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag: Sulsel Berpeluang Jadi Pusat Pengembangan Ekonomi Syariah di Wilayah Timur Indonesia
Makassar, Bimas Islam — Sulawesi Selatan berpeluang menjadi pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di wilayah timur Indonesia. Potensi tersebut…



