Jakarta, bimasislam-- Dialog antara peserta Puteri Muslimah Asia dengan Dirjen Bimas Islam, Muhammadiyah Amin berlangsung hangat. Beberapa pertanyaan dilontarkan terkait isu toleransi, fenomena Islamic State in Iraq and Syria (ISIS) hingga moderasi Islam.
Menanggapi pertanyaan peserta dari Timor Leste tentang pandangannya tentang ISIS, Dirjen Bimas Islam, Muhammadiyah Amin menegaskan bahwa ISIS tidak sesuai dengan ajaran Islam.
“Paham ISIS tidak sesuai dengan ajaran Islam dan tidak sesuai dengan Pancasila. Mereka bilang Pancasila itu thagut. Ajaran mereka tidak sesuai dengan ajaran Islam karena Islam itu agama rahmatan lil 'alamin”, demikian disampaikan saat dialog yang berlangsung di Kantor Kemenag, Jl. MH. Thamrin Jakarta, Senin (39/4) .
Dikatakan Amin, Negara Indonesia menganut paham Islam moderat, bukan ekstrim kiri juga bukan ekstrim kanan. Menurutnya, agama apapun tidak ada yang mengajarkan untuk membunuh, apalagi membunuh sesama muslim. Dirinya pun berpesan agar dakwah disampaikan dengan hikmah.
Peserta dari Turki bernama Avida Lale mengungkapkan kegembiraannya karena bisa mengikuti ajang ini. Avida pun memuji toleransi yang ada di Indonesia di mana perempuan berhijab sangat mudah masuk ke dalam program televisi.
“Ini pertama kali bisa mewakili negara saya. Saya sangat senang karena merupakan kesempatan langka. Di Turki wanita berkerudung susah masuk TV, saya salut dengan toleransi disini”, ujar Afida.
Menanggapi itu, Muhammadiyah Amin mengatakan bahwa Turki dimatanya saat ini makin hari makin ramah terhadap budaya dan tradisi Islam dimana itu menjadi ciri khas Turki masa lalu. Dirinya pun mengajak semua peserta dari luar untuk belajar tentang Islam Indonesia yang dinamis dan mengutamakan kedamaian.
Sementara itu, peserta dari Malaysia menanyakan terkait isu perihal pernikahan di Indonesia yang sedang hangat. Terkait hal ini, Amin menegaskan bahwa Indonesia memberi batasan usia nikah.
“Kami memiliki aturan pernikahan, laki laki 19 tahun dan perempuan 16 tahun. Ini untuk masa depan pernikahan mereka. Sebelum menikah harus sudah siap baik secara mental maupun kesehatan reproduksi dan Indonesia mendorong orang berpendidikan tinggi agar kuat menjaga keluarga”, pungkasnya.
Sebanyak enam negara ambil bagian dalam ajang Puteri Muslimah Asia 2018, di antaranya Turki, Malaysia, Singapura, Brunei, Timor Leste dan Indonesia. Masing masing negara mengutus tiga kontestan. Mereka berumur 15 sampai 25 tahun, memiliki kualifikasi khusus dari aspek Iman/akhlak, berwawasan global, berbakat dan tentu cantik secara fisik. Audisi sendiri dilakukan selama bulan Februari hingga Maret dan akan tayang di salah satu Televisi Swasta Nasional (Indosiar) pada tanggl 7 Mei 2018.
Ajang ini dibuat untuk menginspirasi wanita muslimah di kawasan Asia dan untuk saling mengenal budaya dan keislaman di negara negara Asia. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkenalkan potensi Muslimah Indonesia dan industri kreatif Indonesia ke negara-negara di benua terbesar di dunia itu. Ajang Putri Muslimah Asia 2018 ini adalah kali pertama dilaksanakan. Sebelumnya, selama empat tahun event tersebut hanya pemilihan Putri Muslimah Indonesia.
Penulis: syamsuddin
Editor: syamsuddin
Foto: bimasislam
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



