Bandung, Bimas Islam– Muhammad Reza Maulana Nurdin, qari asal Desa Benteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, berhasil meraih Juara II dalam ajang internasional The BRICS Holy Qur’an 2025 yang digelar di Rio de Janeiro, Brazil pada Jumat, 5 September 2025.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Dudu Rohman, mengaku bangga atas capaian tersebut. “Saya sangat bangga atas pencapaian Muhammad Reza yang meraih Juara II. Warga Jawa Barat mampu melantunkan Al-Qur’an di Rio de Janeiro, Brazil. Semoga prestasi ini menjadi kekuatan dan menginspirasi dalam khazanah budaya literasi membaca Al-Qur’an, sebagai pola dakwah bagi kemajuan peradaban di Indonesia,” ujarnya, Senin (8/9/2025).
Menurutnya, kemenangan ini bukan hanya kebanggaan bagi Jawa Barat, tetapi juga bagi bangsa Indonesia. “Keberhasilan ini bukti bahwa anak-anak muda Jawa Barat memiliki potensi luar biasa dalam membawa nama bangsa. Semoga semakin banyak generasi muda yang terinspirasi untuk mencintai, menjaga, dan membumikan Al-Qur’an,” tambahnya.
Dudu menegaskan, kemenangan Reza adalah bukti nyata bahwa pembinaan qari-qariah di Jawa Barat berjalan baik dan perlu terus diperkuat. “Kita memiliki banyak potensi qari muda. Prestasi ini menunjukkan bahwa jika didukung dengan serius, mereka mampu menembus panggung dunia,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber kekuatan peradaban. “Al-Qur’an bukan hanya bacaan spiritual, tetapi juga nilai yang membimbing umat menuju kemajuan. Prestasi Reza di Brazil memberi pesan kuat bahwa dakwah Qur’ani mampu menjangkau lintas bangsa,” jelasnya.
Dudu berharap, prestasi ini memicu semangat anak-anak muda di Jawa Barat untuk terus berjuang, berlatih, dan mengabdikan diri kepada Al-Qur’an. Sehingga, akan semakin banyak qari-qariah Indonesia yang mendunia.
“Ini adalah bukti nyata bahwa Jawa Barat tidak hanya kaya dengan budaya lokal, tetapi juga mampu menghadirkan generasi Qur’ani yang mengharumkan nama bangsa di kancah internasional,” pungkasnya.
Dihubungi terpisah, Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama, Ahmad Zayadi, turut memberi apresiasi. Ia menilai, capaian Reza adalah bukti bahwa Indonesia memiliki generasi Qur’ani yang berdaya saing di tingkat global. “Prestasi ini menegaskan bahwa Al-Qur’an telah membentuk generasi muda yang tidak hanya religius, tetapi juga percaya diri tampil di forum dunia,” ungkapnya.
Zayadi mengungkapkan, Kementerian Agama berkomitmen untuk terus memperluas ruang pembinaan qari-qariah muda. “Kami terus membuka kesempatan agar potensi mereka bisa terasah dengan Manajemen Talenta yang terprogram. melalui pelatihan, pembibitan, dan dukungan penuh, sehingga Indonesia konsisten hadir di ajang internasional,” tegasnya.
Ia juga menekankan, kemenangan Reza membawa pesan penting tentang diplomasi budaya. Melalui lantunan Al-Qur’an, lanjutnya, Indonesia menunjukkan wajah Islam yang damai, indah, dan penuh nilai peradaban.
"Inilah diplomasi yang lahir dari dakwah Qur’ani. Semoga prestasi Reza menjadi inspirasi bagi qari-qariah muda lainnya untuk tidak berhenti belajar, berlatih, dan menebarkan cahaya Al-Qur’an, baik di tanah air maupun di panggung dunia,” pungkasnya.
An/Mr



