Sofifi, Bimas Islam --- Terik tak begitu menyengat ketika salah satu finalis Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) Tingkat Nasional XXVI di Sofifi, Maluku Utara, cabang Hafalan 500 Hadits tanpa sanad, Qifma Wardatul Jannah turun dari podium. Qifma tampil percaya diri dalam menghadapi rentetan pertanyaan dari dewan hakim.
Qifma Wardatul Jannah adalah peserta asal Provinsi Riau. Ia bersama empat rekannya berhasil melaju hingga babak final pada event dua tahunan itu. Didampingi pelatih dan pendampingnya, ia berbagi cerita dengan _bimasislam_ dalam menghafal hadits. Bagi perempuan berusia 20 tahunan itu, menghafal hadits tidaklah sama dengan menghafal Al-Qur’an.
“Ada keunikan ketika menghafal hadits misalnya ada satu hadits yang memiliki banyak jalur riwayat. Kita tidak hanya menghafal matan (redaksi) hadis saja, tetapi di sana juga ada sanad (sandaran) dan perowi (periwayat),” tutur Qifma ketika ditemui di Aula Alwi Salim Al Hadar Dinas PUPR Provinsi Maluku Utara, Kamis (21/10).
Menurut Qifma, banyaknya jalur periwayatan hadis menjadi tantangan tersendiri dalam menghafal hadis. Ia menegaskan, jika ingin sukses dalam menghafal hadits, maka perlu konsentrasi tingkat tinggi dan ketelitian. Hal inilah yang selama ini ia lakukan dalam mempersiapkan diri menghadapi STQHN XXVI di Sofifi, Maluku Utara.
“Kita memang harus teliti dan telaten dalam menghafal hadis. Dua hal ini tidak bisa ditoleransi lagi. Tentu di sisi lain, kita juga harus memperbanyak ibadah dan doa agar diberikan kemudahan dalam menghafal hadis. Ibadah dan doa, lalu berusaha, setelah itu kita pasrahkan semuanya pada Allah bagaimana pun hasil dari usaha kita,” pesannya.
Qifma berharap, semakin banyak penghafal hadis yang muncul dari Indonesia. Menurutnya, banyak hal yang bisa diambil hikmahnya ketika hafal hadis seperti pelaksanaan teknis amalan-amalan wajib dan sunah, keutamaan dalam sebuah amalan, dan sebagainya.
“Semoga semakin berkembang generasi penghafal hadis dari Indonesia. Untuk siswa dan siswi, santriwan dan santriwati di luar sana, tetap semangat menghafal hadits, jangan pantang menyerah, karena merupakan lafaz-lafaz dari Rasulullah Shallallhu ‘Alaihi Wasallam. Mudah-mudahan kita semua bisa mengamalkan hadis ini dalam kehidupan sehari-hari,” kata Qifma.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



