Jakarta, Bimas Islam --- Ada berbagai macam cara dakwah yang biasa dilakukan oleh Penyuluh Agama Islam, seperti memanfaatkan siaran radio. Hal tersebut sebagaimana dilakukan oleh penyuluh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Khairil Efendi.
Ketika bercerita dengan bimasislam di sela-sela kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Fasilitator Layanan Konsultasi dan Pendampingan Perkawinan dan Keluarga, Khairil mengaku tak bosan memberikan layanan kepada masyarakat. Melalui siaran radio, penyuluh di KUA Stabat membentuk program ‘Ngopi Pagi’.
“Banyak cara dalam berdakwah. Kami para penyuluh di KUA Stabat memanfaatkan sarana radio sebagai media dakwah dengan membentuk program ‘Ngopi Pagi’ atau Ngobrol Pengajian Pagi. Program tersebut dilakukan setiap sepekan sekali, yaitu hari Jumat pukul 09.00-10.00 WIB di Radio Perkasa,” ujar Khairil di Jakarta, Jumat (18/6).
Khairil mengatakan, program ‘Ngopi Pagi’ tersebut banyak diminati berbagai kalangan masyarakat Kecamatan Stabat. Hal tersebut, kata dia, dibuktikan dengan respons pendengar dalam bentuk pertanyaan yang dikirim ketika program sedang berlangsung.
“Program ‘Ngopi Pagi’ jadi salah satu yang ditunggu masyarakat. Selama satu jam itu, antusias masyarakat lumayan bagus. Malahan kita sengaja tidak memutar iklan agar masyarakat memiliki lebih banyak waktu untuk menyampaikan apa yang hendak mereka tanyakan,” tuturnya.
Menurut Khairil, dengan digelarnya Bimtek Fasilitator Layanan Konsultasi dan Pendampingan Perkawinan dan Keluarga oleh Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah Ditjen Bimas Islam tersebut memberinya ilmu baru, yaitu ilmu kesabaran dalam berdakwah, yang selaras dengan program ‘Ngopi Pagi’.
“Kami kira hadirnya Bimtek ini sangat mendorong semangat para penyuluh untuk tetap sabar dalam berdakwah. Ternyata cara dakwah itu luas, tidak mudah menjustifikasi masyarakat, dan tetap sabar ketika masyarakat menyampaikan sesuatu yang kurang berkenan,” katanya.
Bimtek tersebut digelar oleh Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah Ditjen Bimas Islam yang diikuti oleh 110 Penyuluh Agama Islam dari 100 KUA yang direvitalisasi. Kegiatan tersebut diselenggarakan dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Para peserta diwajibkan melakukan test swab antigen.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



