Jakarta, Bimas Islam -- Ketua MUI Pusat, KH. Cholil Nafis mengajak dai untuk terus meningkatkan perannya di masyarakat. Katanya, dai harus bersikap aktif membimbing masyarakat, bukan pasif menunggu undangan ceramah.
"Jangan menunggu diundang, tapi aktiflah membimbing dan membina masyarakat. Miliki komunitas pengajian. Jika memungkinkan, dirikan lembaga pendidikan atau majelis taklim," ajak Cholil saat menjadi narasumber Rapat Kerja Majelis Dai Kebangsaan (MDK) di Jakarta Pusat, Kamis (27/10/22).
Dalam memberikan bimbingan dan pembinaan kepada masyarakat, seorang dai harus mengedepankan paham moderat. Terkait kehidupan berbangsa dan bernegara, ia mengajak dai piawai menjelaskan konsep Pancasila sebagai salah satu prinsip bernegara.
"Paham keagamaan kita adalah moderat. Pilihan berpancasila dan moderat merupakan pilihan tepat. Agama sebagai fondasi, negara sebagai pengatur stabilitas sosial. Salah satu misi kenabian adalah menjaga agama dan stabilitas sosial," sambungnya.
Terkait peran sebagai anggota dan pengurus MDK, Cholil menekankan pentingnya penguasaan media sosial. Katanya, seorang dai harus melek media sosial dan menjadi sosok berpengaruh.
"Tidak ada pilihan untuk tidak menggunakan media sosial. Dai harus melek media sosial. Jadilah sosok berpengaruh di berbagai kanal media sosial," ajaknya.
Terkait peran MDK sebagai mitra strategis pemerintah, Cholil menyampaikan pentingnya sinergi lintas Kementerian/Lembaga. Menurutnya, banyak aspek kebangsaan yang bisa disinergikan dengan MDK.
"Misalnya terkait pentingnya bimbingan dan pembinaan rohani bagi prajurit TNI di perbatasan atau yang bertugas di laut. Begitu juga bagi aparatus negara yang bertugas di pedalaman," pungkasnya.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



