Palembang, Bimas Islam --- Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia menggelar rapat koordinasi yang diselenggarakan di hotel Santika Premiere Bandara Palembang. Rakor tersebut berlangsung selama 2 hari dimulai Senin (30/05) dan berakhir esoknya yakni Selasa (31/05). Rakor dibuka oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kamaruddin Amin, Senin (30/05).
Turut hadir Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Muhammad Adib, kepala kantor wilayah kementerian agama provinsi sumatera selatan Syafitri Irwan, Kepala Bagian Tata Usaha H. Abadil, dan kepala Kementerian Agama kabupaten/kota se Sumatera Selatan. Rakor juga diikuti oleh unsur bimas Islam seperti kepala KUA, Penghulu, Penyuluh, dan pejabat lainnya.
Kakanwil dalam sambutannya berterimakasih kepada Dirjen Bimas Islam atas dipilihnya Sumsel sebagai tempat digelarnya kegiatan Rapat Koordinasi Program Bimas Islam Tahun 2022. Kami percaya dan yakin kegiatan ini akan membawa banyak manfaat bagi peningkatan kinerja ASN Bimas Islam di Kemenag Sumsel.
Dirinya juga melaporkan bahwa Kemenag Sumsel terdiri dari 17 Kantor Kemenag Kab/Kota dan 232 KUA. Ada 10 Kecamatan yang belum memiliki KUA definitif. Tahun 2022 ada enam pembangunan Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji (KUA) berbiaya SBSN. Dari tahun 2017, sudah terbangun gedung KUA Kecamatan sebanyak 31 KUA dengan pembiayaan SBSN.
"Untuk tahun 2023, Kemenag Sumsel mengusulkan 24 pembangunan Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji dengan pembiayaan SBSN. Kiranya Bapak Dirjen berkenan membantu agar pembangunan gedung sbsn tersebut dapat ditingkatkan," Harap Kakanwil.
Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag), Kamaruddin Amin bersama jajarannya akan terus berupaya meningkatkan infrastruktur guna peningkatan pelayanan masyarakat khususnya masyarakat Muslim.
Dalam kesempatan yang sama ia berpesan, sebagai leading sector program seluruh pegawai kementerian agama baik PNS maupun PPNPN harus paham konsep moderasi beragama.
“Bukan hanya paham secara kognitif tetapi juga mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Dirjen saat membuka rapat koordinasi program Bimas Islam di Hotel Santika Premiere Bandara Palembang, Senin (30/05).
Dirjen mengatakan, seluruh pegawai diikutsertakan dalam penguatan moderasi tujuannya untuk menyebarluaskan kepada masyarakat. Namun sebelum disebarkan, para pegawai harus memahami konsep dan praktik moderasi beragama.
Selain itu Dirjen juga menegaskan bahwa seluruh pegawai kementerian agama harus bersinergi mendukung program prioritas kementerian agama. Sebab setidaknya ada tiga poin diantaranya terdapat di bimas Islam diantaranya Revitalisasi KUA, Transformasi Layanan Digital, dan Moderasi Beragama.
(Sumsel.kemenag.go.id)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



